News

Maslina, “Kartini” Aisyiyah yang Berjuang di Garis Depan Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid-19

FaseBerita.ID – Mengingat besarnya jasa RA Kartini dalam memperjuangkan hak-hak seorang wanita, Pemerintahan Republik Indonesia melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 108 Tahun 1964, menetapkan RA Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional, sekaligus menetapkan tanggal 21 April sebagai Hari Kartini dan diperingati setiap tahun.

Saat ini, persamaan hak yang diperjuangkan Kartini telah menuai hasil. Tidak hanya sebatas Menteri, posisi jabatan Presiden Indonesia pun pernah dijabat seorang wanita. Tidak bisa terbantahkan, peran Kartini-Kartini masa kini memiliki arti penting dalam perkembangan kemajuan berbangsa dan bernegara. Ide-ide besar Kartini telah mampu menggerakkan dan mengilhami perjuangan kaum wanita dalam sektor dan situasi apapun.

Tidak terkecuali di masa pendemik Covid-19 yang kini sedang melanda Indonesia. Peran wanita tidak hanya di lingkungan rumah sakit, tapi juga pencegahan di tengah-tengah masyarakat. Penyemprotan disinfektan, memeriksa kesehatan warga, hingga pengambilan kebijakan yang bersifat urgen, tidak hanya dilakukan oleh laki-laki, tapi juga melibatkan perempuan.

Salah satunya adalah Maslina. Ibu tiga anak ini selalu berada di garda terdepan dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tiga minggu terakhir, hampir seluruh hari-harinya dihabiskan di posko penanggulangan wabah virus corona, di perbatasan Tapanuli Tengah-Tapanuli Selatan.

Beliau terus mendampingi dan memberi support kepada TNI, Polri dan petugas medis yang sedang melakukan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat yang melintas.

Sebagai Ketua Gugus Tugas percepatan penanggulangan bencana wabah penyakit akibat virus Corona Pemerintah Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, Maslina harus mengorbankan seluruh waktu, tenaga dan pikirannya, menghempang dan memutus mata rantai penyebaran virus Corona yang saat ini sudah memasuki situasi yang sangat mengkhawatirkan.

“Menilik penularannya yang sangat cepat dan daya rusak yang amat besar terhadap perekonomian, kini menabuh genderang perang terhadap corona. Kita harus fokus pada satu tujuan yakni mengalahkan corona,” ujarnya, Senin (21/4).

Maslina menegaskan, apapun konsekwensinya, ia akan tetap berada di garis depan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Menurutnya, setiap warga negara wajib berkontribusi untuk mengalahkan corona.

Jikapun tidak bisa berjuang digaris depan, dengan melaksanakan imbauan pemerintah, hal tersebut sudah bagian dari kontribusi.

“Kita perlu menyadari bahwa kita berada dalam satu gerbong. Apabila ada masalah dengan gerbong, semua orang terkena dampaknya. Jika gerbong hancur, kita semua akan hancur,” tukas Camat Sibabangun ini.

Oleh karena itu, srikandi Aisyiyah ini meminta agar seluruh masyarakat tetap melaksanakan langkah-langkah upaya pencegahan virus Corona seperti, memakai masker, rutin mencuci tangan, menghindari kerumunan massa, berpola hidup sehat, tidak keluar rumah apabila tidak sangat penting, dan menghindari kontak langsung dengan orang lain.

“Ini demi kebaikan kita semua. Jangan panik namun tetap waspada dan jangan percaya kepada berita yang sumbernya tidak jelas atau hoaks,” pungkasnya. (***)