News

Masih Beroperasi di Bulan Ramadan, Cafe Remang-Remang Ditutup Paksa

FaseBerita.ID – Polres Batu Bara menyahuti dan merespon permintaan masyarakat dengan menutup paksa operasional sejumlah cafe remang-remang yang masih melakukan aktivitasnya seperti karaoke dan berjualan di bantaran Sungai Desa Sipare-pare Kecamatan Air Putih Kabupaten Asahan, Minggu (10/5) malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Sebelumnya, marak permintaan masyarakat dari warga Kecamatan Air Putih K khususnya di seputaran Desa Sipare-pare agar tempat hiburan malam seperti cafe remang-remang dan tempat karaoke, termasuk warung tuak di sepanjang bantaran sungai yang masih beroperasi.

Kapolres Batu Bara AKBP Ikhwan Lubis memimpin langsung jalannya razia tersebut, ikut sert jajarannya. Hasilnya, sebanyak 10 cafe remang-remang yang menyediakan minuman memabukkan ditutup paksa dan diberikan peringatan tegas.

Pantauan wartawan, selain merazia dan menutup cafe tersebut, petugas juga ikut mengamankan puluhan orang pelayan yang diduga sebagai wanita penghibur bersama pemilik cafe. Mereka, kemudian dibawa ke Mapolres Batu Bara.

“Terpaksa kami berikan tindakan tegas dan merazia warung warung ini sebab banyaknya laporan dan aduan keresahan masyarakat. Apalagi saat ini bulan Ramadan ditambah kita sedang dalam pandemi corona, harusnya pemilik warung memperhatikan himbauan ini sebelumnya,” jelas Kapolres.

Sebelumnya warga menyampaikan keberadaan atas keberadaan cafe remang-remang dan karaoke yang sangat mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah dibulan Ramadhan apalagi ditengah pandemi Covid-19.

Selain menyampaikan keluhannya lewat media sosial, warga juga melayangkan surat pernyataan terlampir tanda tangan masyarakat Kecamatan Air Putih yakni warga Desa Titi Payung sebanyak 81 tanda tangan dan warga Desa Sipare-pare sebanyak 92 tanda tangan.

Mereka menyatakan sangat keberatan dengan adanya bangunan warung, cafe remang-remang, karaoke tersebut karena itu aparat diminta segera menutup dan membongkar bangunan mereka. Pada surat pernyataan tersebut masyarakat menyatakan bahwa dengan adanya warung/cafe remang-remang dan karaoke disepanjang bantaran sungai di Desa Sipare-pare sangat mengganggu ketertiban dan kenyamanan disekitarnya.

Disamping itu, permohonan warga juga ikut disampaikan kepada Sat Pol PP dan Polres Batu Bara agar segera menutup tempat hiburan yang diduga menyediakan minuman keras (beralkohol), wanita penghibur (PSK), dan perjudian.

Meski Pemerintah Kabupaten Batu Bara melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Wisata sudah melarang beroperasinya tempat hiburan ditengah pandemi Covid-19 melalui surat edarannya Nomor : 556/288 tertanggal 30 Maret 2020 yang mana dalam himbauan itu tertulis sampai waktu yang tidak ditentukan mengingat pandemi Covid-19 masih berlanjut. Namun edaran tersebut tampaknya tidak dindahkan oleh pengelola hiburan malam seperti cafe remang-remang dan karaoke.

“Kami bersyukur dan mengucapkan terimakasih kepada Polres Batu Bara yang merespon permintaan warga untuk menertibkan cafe dan warung warung remang itu karena cukup meresahkan masyarakat,” kata Ismail salah seorang masyarakat setempat. (per)