News

Marudut Sidabutar, Penderita Disabilitas Yang Merasa Diabaikan Pemkab Simalungun

SIANTAR, FaseBerita.ID-Menyandang disabilitas sejak tahun 2012, semula tak membuat Marudut Sidabutar menyerah dan pasrah. Dengan kondisi kaki yang mengalami kelumpuhan, Marudut mencoba menghidupi dirinya dengan usaha menjahit pakaian di jalan Enau III Nomor 24 Perumnas Batu VI Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun.

Ditemui wartawan di rumahnya, Marudut mengaku mulai khawatir dengan masa depannya. Karena kondisinya semakin lemah dari hari ke hari.
Anehnya, walau kondisi Marudut dalam keadaan keterbatasan, tidak satupun bantuan dari Pemerintah yang diterimanya, termasuk bantuan sosial pada masa pandemic covid-19 ini.

Marudut yang mengaku sudah enam tahun menjadi warga Nagori Lestari Indah Kecamatan Siantar ini, sewaktu masih normal, mencari nafkah dalam dunia tarik suara. Bahkan hingga di Samosir, Marudut bernyanyi dari café ke kafe. Bahkan pernah bergabung dengan grup Marsada Band.

Hingga tahun 2012 dirinya tiba-tiba mengalami lumpuh dan kakinya mengecil, sehingga untuk menghidupi dirinya terpaksa banting setir dengan usaha menjahit pakaian.
Untuk mobilitas dirinya, sebuah becak bermotor yang sudah dimodifikasi menjadi tempatnya beraktifitas.

“Apa boleh buat karena fisik saya semakin lama semakin tidak kuat lagi karena dada saya tidak tahan lagi,” kata Marudut.
Selain menekuni usaha jahit, Marudut juga sedang mengasah kemampuan seninya berkat dukungan Pdt Nantiaman Saragih. Namun masih kurang maksimal karena keterbatasan perlengkapan alat music.

“Saya bersyukur ke pada Tuhan bisa bertemu dengan Uda saya ini bapak Pdt Nantiaman Saragih ini selalu memberi motivasi buat saya. Yang mebuat saya sedih tidak pernah dapat bantuan dari pemerintah atau dari panggulu saya,”katanya, sambil meneteskan air mata.

Namun, Marudut pernah mengingat mendapat bantuan bingkisan sembako yang dibagikan oleh Pihak Polres Simalungun

Marudut mengaku sudah berobat kemana-mana,tapi tidak pernah ada perkembangan untuk sakitnya. “Kita tunggu muzijat dari Tuhanlah, kata Marudut menirukan ucapan salah satu dokter kepadanya.(sum/fabe)