News

Martin Singgung Masalah Relaksasi Kredit, Kemenperin: Minta Tolong, Ingatkan Bank Himbara

JAKARTA, FaseBerita.ID -Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Martin Manurung kembali menyinggung soal program relaksasi kredit bagi pelaku usaha industri di masa pandemi Covid-19 ini. Di lapangan, program ini ternyata belum sepenuhnya dilaksanakan oleh bank-bank penyalur kredit.

Hal itu disampaikan Martin dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VI dengan Kementerian Perindustrian RI, Selasa (28/4/2020). Rapat dilaksanakan secara virtual.

Martin menyampaikan bahwa masih banyak pelaku usaha industri kecil dan menengah (IKM) yang mengeluhkan pelaksanaan program relaksasi kredit ini.

“Seharusnya Kementerian Perindustrian memberikan kita data, implementasi relaksasi kredit ini sampai sejauh mana,” ujar Martin.

Jika data yang dimaksud ada, lanjut Martin, Komisi VI akan dapat menindaklanjutinya. Yaitu dengan menyampaikan data itu kepada Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara), agar ditindaklanjuti.

Komisi VI sendiri telah mengagendakan rapat dengan Himbara, yang beranggotakan BRI, Bank Mandiri, BNI dan BTN, pada Kamis (30/4/2020) mendatang.

“Jadi (data itu) bisa kita sinkronkan dengan data dari Himbara, untuk mencari tahu di mana hambatan-hambatan (realisasi relaksasi kredit),” tambahnya.

Dirjen Industri Kecil Menengah dan Aneka Kemenperin RI, Gati Wibawaningsih, membenarkan apa yang disampaikan Martin. Kebijakan relaksasi kredit ini nyatanya belum sepenuhnya dijalankan oleh Bank-Bank Himbara.

Padahal, lanjut Gati, pemerintah telah memutuskan untuk memberi keringanan pembayaran angsuran pokok dan bunga pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) selama 6 bulan. Sayang, dalam pelaksanaannya, di daerah-daerah, angsuran KUR masih tetap ditagih oleh Bank-Bank Himbara, baik pokok maupun bunga.

“Pak Martin, minta tolong, nanti kalau rapat dengan BUMN, khususnya dengan Himbara ini (diingatkan), untuk KUR kan sudah ada keputusan ya Pak. Selama 6 bulan itu bunga dipending. Pokoknya juga ditahan selama 6 bulan, tidak akan diambil. Tapi di dalam pelaksanaannya, di daerah-daerah, masih diambil,” kata Gati.

“Nah, sekarang kenyataannya, khususnya untuk di Purworejo (Jawa Tengah), di Malang (Jawa Timur) dan Kalimantan Selatan, itu masih diambil Pak,” tambah Gati.

Gati berharap Bank-Bank Himbara ini diingatkan, agar dapat mensosialisasikan program relaksasi kredit ini ke seluruh cabangnya.

“Mohon ini nanti, kebijakan ini, seharusnya diinformasikan kepada seluruh cabang-cabang Himbara di daerah. Karena mereka ini yang mempunyai keinginan besar untuk mengambil (menagih angsuran) dana KUR ini,” pungkas Gati.(rel)