News

Mari Jaga Orangutan dan Harimau

FaseBerita.ID – Harimau dan Orangutan merupakan satwa langka yang dilindungi. Dan semua pihak harus memiliki komitmen untuk menjaga kelestariannya, tak terkecuali generasi muda.

Hal ini disampaikan Bupati Tapsel H Syahrul M Pasaribu, pada acara puncak rangkaian peringatan Global Tiger Day dan Global Orangutan Day Tahun 2019, di aula Sarasi II, lantai III Kantor Bupati Tapsel, Jalan Prof Lafran Pane, Kamis (29/8/2019) lalu.

Disampaikan, berbicara tentang Orangutan, dengan ditetapkannya Pongo Tapanuliensis sebagai spesies baru yang langka, karena memiliki perbedaan dari spesies lainnya, telah menjadi sorotan dunia.

“Dan NGO semakin terkonsentrasi mengawasinya,” katanya.

Untuk itu sebutnya, sejak awal Pemkab Tapsel  telah konsen menjaga kelestarian satwa langka ini bersama elemen yang ada. Dan, dalam menjaga kelestarian Orangutan, tentunya jangan hanya melihat Tapsel saja, apalagi karena adanya PLTA Batangtoru. Sebab, ekosistem Batangtoru memang merupakan habitat Orangutan, akan tetapi arealnya tidak hanya berada di wilayah Kabupaten Tapsel saja.

Diutarakan, terpisahnya Orangutan di blok Timur dan blok Barat, itu juga terjadi sejak lama. Seperti Orangutan di blok Timur dan blok Barat, antara Dolok Sipirok dan Batangtoru, sudah terpisah oleh jalinsum Sipirok-Medan.

Kemudian, Orangutan di blok Barat dengan Dolok Sibual-Buali, juga terpisah oleh jalan Provinsi Marancar-Bulu Mario. Orangutan juga terpisah secara alami oleh aliran sungai Batangtoru.

“Sehingga, kalau ada kekayaan SDA yang dikelola, kiranya tidak dipertentangkan, melainkan bersama-sama mencari solusi agar lingkungan tetap lestari. Mari melihatnya secara komprehensif,” ajaknya.

Pada kesempatan itu, Bupati Tapsel yang sangat merakyat ini juga mengajak semua elemen untuk membandingkan energi listrik sebesar 510 MW yang dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga diesel berbahan bakar fosil, dengan pembangkit yang memanfaatkan aliran air. Baik dari sisi penghematan uang negara, pengaruhnya terhadap lapisan ozon, dan pengaruhnya terhadap lapisan es di kutub bumi.

“Kehadiran PLTA Batangtoru merupakan bagian dari pelaksanaan komitmen Pemerintah RI dalam Paris Agreement untuk mengurangi emisi karbon sebesar 29 persen pada tahun 2030, melalui energi terbarukan,” ungkapnya.

Chief of Communications and External Affairs PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE), Firman Taufick mengatakan, peringatan Hari Harimau dan Orangutan sedunia di Tapsel, diharapkan memacu semangat terhadap pentingnya menjaga keragaman hayati baik flora dan fauna di ekosistem Batangtoru.

Dikatakan, melalui kegiatan itu, semua pihak diharapkan mampu menjadikannya sebagai momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap upaya konservasi Harimau dan Orangutan di ekosistem Batangtoru. Dimana, kegiatan yang dilaksanakan merupakan salah satu upaya menumbuhkan pengetahuan dan kecintaan generasi muda terhadap konservasi.

“Kegiatan ini sebagai salah satu upaya kami dalam membentuk kader konservasi muda,” terangnya.

Dan disebutkan, kegiatan itu juga menjadi  bagian dari lanjutan program pelatihan dan pembentukan kader konservasi masyarakat desa yang digelar 30 April-1 Mei 2019 lalu, dipusatkan di Dusun Sitandiang, Desa Bulu Mario, Kecamatan Sipirok beberapa waktu lalu. (ran)