News

Mahasiswi Asal Dairi Tewas Dilindas Truk

SIANTAR, FaseBerita.ID – Emme Ninta Ginting (22), mahasiswi salahsatu perguruan tinggi di Kota Pematangsiantar tewas mengenaskan setelah dilindas truk di persimpangan Jalan Adam Malik, Kota Pematangsiantar, Selasa (2/7/2019) sekira pukul 13.00 WIB.

Gadis cantik asal Dairi ini meninggal di TKP dan tidak sempat tertolong lantaran benturan di kepalanya cukup keras. Sementara rekannya mengalami luka-luka dan dilarikan ke Rumah Sakit Tiara Pematangsiantar.

Informasi dihimpun, sebelum kejadian, korban berboncengan dengan rekannya bernama Poibe Suriani Sinaga warga BDB, Kecamatan Siantar Timur naik sepedamotor. Mereka datang dari arah Jalan Suprapto dan berbelok ke Jalan H Adam Malik menuju arah kota.

Namun pada saat bersamaan, mobil truk BK 9469 CC datang dari belakang dan diduga melaju dengan kecepatan tinggi hingga kemudian menabrak sepedamotor korban.

Sepedamotor Honda Beat BK 3592 WAE yang ditumpangi korban langsung terpental. Poibe Suriani yang saat itu mengendarai sepedamotor terhempas ke depan dan mengalami luka-luka. Sementara Emme Ninta Ginting terjatuh dan langsung terlindas truk.

Warga yang melihat kejadian itu langsung mengerumuni lokasi. Supir truk diamankan. Melihat kondisi Emme yang tidak bernyawa lagi, warga tidak ada yang berani mendekat dan menunggu pihak kepolisian untuk melakukan evakuasi.

Sedangkan Poibe yang mengalami luka-luka langsung dibawa ke RS Tiara untuk mendapat perawatan.

H Tamba, salah seorang saksi mata pada kejadian itu menerangkan, kejadian berawal saat sepedamotor yang ditumpangi korban hendak berbelok ke Jalan H Adam Malik. Tapi tiba-tiba truk dengan kecepatan tinggi datang dari belakang dan menabrak sepedamotor korban.

“Saya pas makan tadi, makanya bisa melihat bagaimana kejadiannya,” ujarnya.

Beberapa menit kemudian, personel Unit Laka Polres Pematangsiantar turun ke lokasi dan membawa korban ke Ruang Forensik RSU Djasamen Saragih. Sedangkan sepedamotor dan truk juga ikut dibawa untuk dijadikan sebagai barang bukti.

Warga tampak berada lokasi kejadian dimana Emme Ninta Ginting dan rekannya mengalami kecelakaan.

Kanit Laka Polres Siantar Aiptu M Nainggolan membenarkan kejadian tersebut. “Kejadiannya benar. Supir truk sudah kita amankan di kantor Unit Laka,” kata Aiptu M Nainggolan.

Pantauan wartawan, di Ruang Forensik RSU Djasamen Saragih, rekan-rekan kuliah korban menangis melihat jasad almarhum berada di kamar mayat. Demikian juga kakak korban yang datang belakangan langsung histeris. Dia menangis, menjerit tidak percaya kalau adik kesayangannya itu sudah tiada. Korban sendiri merupakan mahasiswi Sultan Agung di Pematangsiantar.

“Gak mungkin kau itu Nita (panggilan akrab Emme Ninta Ginting, red). Ngak percaya aku. Sudah kubilang nggak usah naik-naik kreta,” ujar Henny Ginting, kakak korban dalam tangisnya.

“Siapa tadi yang membuat ini. Pelakunya harus ditemukan,” teriaknya.

Wanita ini tampak histeris. Dia kebingungan. Tidak percaya kalau jenazah yang di kamar mayat tersebut adalah adiknya.

“Aku tadi lagi kerja di RS Vinta Insani. Nggak mungkin kau itu dek. Apalah nanti mau kubilang sama orang mama,” isak Henny.

Henny diketahui tinggal di Kecamatan Panei Tongah, Kabupaten Simalungun dan korban tinggal bersama kakaknya itu. Sementara orangtua mereka tinggal di Dairi.

Sementara itu Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Sultan Agung Dr Darwin Lie SE MM bersama jajarannya dan para dosen juga terlihat di Instalasi Forensik RSU Djasamen Saragih. Mereka juga mengadakan acara pelepasan jenazah mahasiswinya itu kepada keluarga. (mag03/mag04/des)