News

Mabit dan Subuh Berjemaah di SIT Bunayya

Bentuk Generasi Bertakwa

SIDIMPUAN, FaseBerita.ID– Yayasan Pendidikan Bina Ul Ummah Padangsidimpuan (YPBU), Sabtu (20/3) dan Minggu (21/3) kembali mengadakan kegiatan Malam Bina Iman dan Takwa serta dilanjutkan Gerakan Subuh Berjamaah (GSB).

Seluruh jenjang pendidikan di SIT Bunayya itu mengikutinya, mempersiapkan generasi yang beriman dan takwa serta menghidupkan salat subuh berjamaah.

Bertajuk Special For The 3 rd Gen dengan mengusung tema “Ridho Allah SWT Bergantung Pada Ridho Orangtua” di Mesjid & Islamic Center Bina Ul Ummah. Ketua YPBU, Khoiruddin Rambe SSos mengajak siswa-siswi menanamkan dalam diri menjadi manusia yang tetap bersyukur. Apa pun keadaan yang didapat, saat ini atau kelak, insan hanya boleh berikhtiar dan berusaha. Dan dengan syukur, semua hasil yang didapat dirasa akan sangat penuh arti.

“Kemudian kita harus menjadi manusia yang cepat menyikapi masalah dengan pikiran positif, apabila kita lagi di bawah kita harus rajin bekerja, apabila kita di atas kita jangan jadi pemalas,” ungkapnya.

Kepada seluruh siswa-siswi SMP IT Bunayya, Ustadz Khoir berpesan, sebagai generasi yang akan menuju masa depan, harus menjauh dari berbagai ancaman yang akan menjauhkan dari agama, rasa bersyukur serta sikap berusaha dan ikhtiar tadi. Ancaman itu sudah ada saat ini dan di masa yang akan datang.

“Harus menjadi anak yang soleh, jauh dari Narkoba, jangan sampe salah pergaulan dengan terjerumus ke hal-hal negatif,” pungkasnya di sesi sambutan dalam Mabit ini.

Di malam ini, sampai pada pukul 22.00 Wib, Mabit diisi dengan berbagai kegiatan kepada para siswa dan siswi dari berbagai jenjang (TK, SD, dan SMP) yang bertujuan untuk membina pribadi Islami siswa-siswi.

Program Mabit di SIT Bunayya sendiri merupakan program rutin, setiap semester. Namun setahun ajaran sebelumnya tidak terlaksana akibat mesti mengikuti belajar jarak jauh sebab Pandemi.

Di Gerakan Subuh Berjamaah, mulai diikuti para orangtua dan wali murid. Usai salat, Ketua YPBU mengungkapkan bila kegiatan yang telah dikakukan sarat dengan hikmah. Dan mendidik anak untuk menjadi anak yang saleh.

“Anak salih adalah harta berharga bagi ayah bunda, bukan saldo di bank, bukan kebun sawit yang luas juga bukan property di mana pun. Tanpa kolaborasi, komponen ummat. Rasanya begitu berat, begitu mustahil membimbing mereka,” kata Khoiruddin Rambe.

Program subuh berjemaah YPBU SIT Bunayya merupakan sekolah peradaban, yang ingin berkontribusi positif bagi peradaban.

Ramadhan tinggal 29 hari lagi.

Sebagai bentuk aplikasi kita sebagai ummat Rasulullah. Kita telah membentuk panitia ramadhan. Dan seperti tahun lalu apa saja kegiatan kegiatan kita selama ramadhan di antaranya, ada bunayya berbagi, kajian Islami,” tuturnya dari balik mimbar masjid yang mulai rampung pembangunannya itu.

Tausyiah kemudian diberikan oleh Ustad Muhammad Adnan Lc MA, dan menekankan akan pentingnya berbakti kepada orang tua. Dan orangtua sebagai pemimpin rumah tangga, berkewajiban menjadikan anak-anaknya menjadi anak-anak yang beriman dan bertakwa.

“Keluarga itu miniatur negara. Jadi untuk itu perbaiki keluarga, didik anak dengan baik. Jika saja di keluarga kita itu ada penghafal Alquran, generasi yang cinta Alquran, tentu bukan tidak mungkin pemimpin nanti  yang datang juga akan yang mengerti Alquran,” katanya dalam ceramah itu.

Usai tausyiah, Mabit dan GSB itu kemudian berakhir di BLC SIT Bunayya, dengan harapan teraplikasi di dalam keluarga masing-masing murid. (sam/fabe)

USI