News

MA Tolak Permohonan Pemakzulan Hefriansyah, Hj Rini: Kita Hormati Putusan MA

FaseBerita.ID – Mahkamah Agung telah mengeluarkan putusan terkait permohonan yang dilayangkan DPRD Kota Pematangsiantar untuk memberhentikan walikota Siantar Hefriansyah.

Dalam amar putusan yang diterbitkan pada tanggal 16 April 2020 melalui situs resmi, MA memutuskan menolak permohonan yang dilayangkan DPRD Pematangsiantar.

Baca sebelumnya: MA Tolak Permohonan DPRD Kota Siantar Memakzulkan Walikota Hefriansyah

Adapun majelis hakim yang menangani perkara ini adalah Irfan Fachruddin, Yosran dan Yulius.

Sebagaimana diketahui anggota DPRD Kota Pematangsiantar yang diwakili Rini Silalahi telah memasukkan permohonan perkara pada tanggal 3 Maret 2020 ke lembaga MA.

Anggota DPRD Pematangsiantar meminta MA agar mengabulkan permohonan memakzulkan Hefriansyah selaku Walikota Pematangsiantar.

Anggota DPRD Pematangsiantar menyebutkan bahwa Hefriansyah diduga telah melakukan pelanggaran dalam melaksanakan roda organisasi Pemko Pematangsiantar sehingga patut dimakzulkan.

Hj Rini Silalahi selaku eks ketua panitia angket saat di konfirmasi media ini mengatakan kalau salinan asli dari Mahkamah Agung belum di terima sampai saat ini.

“Kita belum terima salinan yang aslinya dan alasan MA menolak permohonan DPRD Siantar juga kita belum tau. Tapi kan apapun keputusan MA kita hormati,” ujarnya sembari mengatakan kalau yang dari KPK juga belum keluar.

Hal senada di sampaikan anggota DPRD kota Pematangsiantar Netty Sianturi yang juga ikut dalam bagian panitia hak angket mengatakan kalau dia belum ada mendapatkan salinan yang asli dari MA. Dia juga mengatakan apapun keputusan dari MA Selaku pemohon tetap menerima keputusan dari MA

“Apapun keputusan MA tetap kita terima. Yang pada intinya kita anggota DPRD kota Pematangsiantar sudah memperjuangkan aspirasi masyarakat. Kalau keputusan MA kita tidak bisa campuri,” ujarnya.

Netty menambahkan yang pada intinya kalau DPRD Siantar sudah memperjuangkan aspirasi masyarakat Siantar. Dan masih ada 1 lagi permohonan dan laporan ke KPK yang belum keluar.

“Kita tetap menunggu hasil dari KPK. Yang intinya kita sudah memperjuangkan aspirasi masyarakat Siantar. Dan tetap memperjuangkan kepentingan masyarakat kota Pematangsiantar,” ujarnya sembari mengatakan kalau di Siantar kita sudah menang dan yang intinya akan tetap memperjuangkan aspirasi rakyat.(mag-04/fi)