News

Longsor di PLTA Batangtoru, 12 Tertimbun, 5 Ditemukan

TAPSEL, FaseBerita.ID– Seperti hari-hari sebelumnya, sejak Kamis (29/4) siang, tanah Sipirok, Marancar dan Batangtoru terus diguyur hujan deras. Lalu, sore sekitar pukul 18.00 Wib, aliran lumpur yang deras tumpah dari atas bukit di wilayah R-17 K 4+100 Bridge VI PLTA Batangtoru yang dikuasai North Sumatera Hydro Energy. Xie dan Long Quan (TKA) dan Dolan Sitompul yang merupakan karyawan Pembangkit Listri Tenaga Air tersebut bergerak mengecek fenomena alam itu.

Mereka berada di bawah tebing pembukaan jalan perusahaan itu di Kilometer 4, yang tak lama kemudian ambruk menyapu beserta kendaraan jenis Double Cabin yang mereka tumpangi. Long Quan berhasil meloncat, dan lalu menyelamatkan diri. Mobil dan beserta dua karyawan tadi raib tersapu dan ditelan tanah.

Sementara di bawah sana, rumah penjaga kebun milik D Siregar sekaligus warung kopi yang didiami Anius Waruwu (50) beserta istri, dua anak dan enam cucunya tak luput dalam tanah yang luruh. Sebanyak 12 jiwa hilang seketika.

“Lokasi ini merupakan tebing tertinggi dari jalan yang dibuka perusahaan ini. Dan rumah yang di situ masih tanah warga itu,” kata Andes Mar Siregar, Ketua Komisi B DPRD Tapsel merunut kronologis pada malam kejadian itu. Andes Mar merupakan putra Marancar, salah satu Kecamatan yang menjadi wilayah inti PLTA ini.

Masih pada malam kejadian, kepada Metro Tabagsel. Kapolsek Batangtoru AKP Yuswanto membenarkan peristiwa ini. Namun secara kronologis, ia belum berkenan memaparkannya. “Karena masih simpang siur, belum akurat. Nanti kalau sudah akurat dan terkirim ke Kapolres, akan saya kirim,” katanya.

Sebenarnya kata Kepala BPBD Tapsel Ilham Suhardi Forum Komunitas Pimpinan Daerah telah bergerak lalu mengadakan rapat, karena melihat kondisi lapangan yang tidak memungkinkan untuk melakukan evakuasi pada malam hari. Maka, upaya penyelamatan hanya bisa dilakukan keesokan harinya.
“Kemungkinannya pencarian dan evakuasi itu dilanjutkan besok,” katanya dari balik telepon selular.

Hari Pertama, 3 Jasad Ditemukan

Proses evakuasi pascabencana longsor di areal proyek pembangunan Pembangkit Listrik Batang Toru, Tapanuli Selatan (Tapsel) masih terus dilakukan. Hingga Jumat (30/4), Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad dan potongan tubuh korban.

“Hingga Jumat kemarin, masih tiga korban yang ditemukan,” kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, Isnut Siregar, lewat pesan singkat kepada wartawan.
Isnut menjelaskan, dua dari tiga jasad korban, ditemukan dalam kondisi tidak utuh.

“Satu dalam kondisi tubuh lengkap dan dua lagi ada potongan tubuh yang hilang. Namun, setelah dilakukan pencarian, potongan tubuh yang diduga milik korban akhirnya ditemukan,” ujar Isnut.
Ketiga jasad teridentifikasi, satu wanita dewasa, satu anak laki-laki dan satu anak perempuan. Dan dua dari tiga jasad, sempat ditemukan dalam kondisi tidak utuh.

Dirikan Posko Informasi

Isnut mengatakan, selain melakukan upaya evakuasi, juga telah didirikan posko informasi yang di tempatkan di Kantor Kecamatan Marancar dan lokasi kejadian.

“Hari ini proses pencarian korban akan dilanjutkan kembali. Pihak Pemkab, PLTA, TNI dan Polri juga sudah mendirikan posko informasi di Kantor Camat Marancar dan di dekat lokasi bencana,” ujar Isnut.
Sebelumnya, wartawan yang hendak melakukan peliputan informasi di lapangan tidak diperkenankan masuk. Jembatan penghubung di jalan akses ke lokasi kejadian dijaga aparat keamanan.

Hari Kedua Pencarian Korban Longsor PLTA Batang Toru Nihil Hasil

Proses evakuasi dan pencarian korban longsor di areal proyek pembangunan PLTA Batang Toru masih terus berlanjut. Hingga Sabtu (1/5) sore, yang menjadi hari kedua pencarian, hasilnya nihil.
“Hari ini menjadi hari kedua proses pencarian dan evakuasi korban longsor, dan hingga saat ini belum ada korban tambahan yang ditemukan,” ungkap Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapsel, Umar Halomoan Daulay saat ditemui di Posko Bencana Longsor PLTA Batang Toru di Kantor Kecamatan Marancar, Sabtu sore.

Umar mengatakan, untuk memaksimalkan pencarian, pihaknya sudah dibantu sejumlah personel gabungan dari Basarnas Medan, BPBD Provinsi Sumut, Brimob, Polri dan TNI setempat.

“Ada juga tim K-9 dari Samapta Polda Sumut yang juga sudah turun ke lokasi dan melakukan pencarian. Ditambah lagi dukungan tambahan alat-alat berat,” kata Umar.
Umar menyampaikan, sesuai SOP, proses pencarian dan evakuasi akan berlangsung selama satu pekan.

“Sesuai SOP akan kita lakukan selama 7 hari. Dan kita bersama seluruh stakeholder penanggulangan bencana, terus berupaya menemukan dan mencari korban,” ucap Umar.

Umar mengatakan, hingga hari kedua pencarian, korban yang ditemukan masih berjumlah tiga orang.
“Untuk jumlah berapa yang menjadi korban, belum dapat kita pastikan. Namun dari hasil keterangan yang kita kumpulkan berjumlah 12 orang. Dan 3 orang sudah ditemukan kemarin,” kata Umar.

2 Korban Ditemukan Lagi

Dan, dua jasad yang diduga korban dari bencana longsor di lokasi PLTA Batangtoru, kembali ditemukan, Minggu (2/5) di hilir Sungai Batangtoru atau di Kecamatan Muara Batangtoru.
Hal ini diutarakan Camat Marancar Supri Siregar menjawab pesan WA awak koran ini.

Dikatakan, kedua jasad tersebut 1 berjenis kelamin laki laki dengan usia dewasa dan satu lagi berjenis kelamin perempuan diperkirakan masih remaja. “Saya belum mendapatkan informasi terkait identitas korban yang baru ditemukan hari ini,” pungkasnya. (san/ran/fabe)

USI