News

Listrik Padam Selama 6 Bulan, Masyarakat Dusun Aekmatio Jae Surati Bupati Tapanuli Utara

TARUTUNG, FaseBerita.ID – Masyarakat Dusun Aekmatio Jae, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara menyurati Bupati Tapanuli Utara terkait padamnya listrik selama kurang lebih 6 bulan sejak bulan November 2020 kemarin.

Tulus Panggabean, mewakili warga menjelaskan, Dusun Aekmatio Jae berada sekitar 30 KM dari pusat Kabupaten Tapanuli Utara, yang secara geografis merupakan bagian dari Desa Adiankoting, Kecamatan Adiankoting Kabupaten Tapanuli Utara. Dusun Aekmatio Jae tepat berada di pedalaman pingiran hutan yang berjarak 4,5 KM dari Kecamatan Adiankoting.

Dusun tersebut telah lama didiami oleh masyarakat, dan saat ini masyarakat telah sampai 11 sundut (generasi) yang jika di perkirakan 1 sundut itu 50 tahun, maka masyarakat telah mendiami dusun tersebut sejak 550 tahun sebelumnya.

Pun penduduk Dusun Aekmatio Jae dominan adalah marga Panggabean dan marga Simanungkalit, namun sampai saat ini masyarakat di dusun tersebut telah dari berbagai marga yang berdatangan dari berbagai tempat.

Jumlah penduduk di Dusun Aekmatio Jae sekitar 29 Kepala keluarga (KK), yang di dalam Dusun tersebut terdapat satu Sekolah Dasar (SD) yaitu SD N 173147 Adiankoting, 1 gereja yaitu Gereja HKBP Aekmatio Jae Distrik II Silindung.

Di dalam hutan Aekmatio Jae terdapat berbagai jenis kayu hutan, dan juga sungai – sungai yang mengalir yang merupakan 2 sungai besar dari hutan Aekmatio Jae yang mengalir ke arah desa Sibalanga Kecamatan Adiankoting, dan juga mengalir ke arah Sibolga.

Sehingga sumber aliran sungai yang menjadi pembangkit listrik yang ada di desa Sibalanga tersebut dan juga listrik yang mengaliri kota Sibolga berasal dari sungai Aekmatio Jae.

Oleh karena kerinduan dan kebutuhan masyarakat akan listrik ada di dusun Aekmatio Jae, sehingga pada tahun 2012 masyarakat Aekmatio Jae berkerjasama dengan pihak Lembaga Swadaya Masyarakat untuk mengadirkan listrik di dusun tersebut,sehingga hadirlah sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di dusun tersebut yang berada sekitar 500 meter dari Dusun Aekmatio Jae.

PLTA tersebut mengaliri listrik untuk 29 rumah yang ada di dusun tersebut, 1 unit Sekolah Dasar, 1 unit Gereja, dan 1 kamar mandi umum.

Namun oleh karena luapan sungai yang besar, bendungan air di PLTA tersebut. Sebelum bendungan jebol PLTA tersebut pada bulan November 2020, masyarakatlah yang merawat serta menjaga PLTA tersebut dengan biaya perawatan yang dikutip dari masyarakat.

Setelah bendungan jebol, otomatis tidak berfungsi. Oleh karena itu Dusun Aekmatio Jae tidak lagi di aliri listrik hingga pada saat ini (kurang lebih 6 bulan) sejak November 2020.

Kebutuhan akan listrik sudah tidak bisa di tawar lagi. Apalagi pada masa pandemi covid-19 saat ini yang belum diketahui kapan berakhir sehingga sekolah-sekolah maupun kampus menggunakan sistem sekolah online/daring atau kuliah online/daring.

Untuk mendukung sekolah daring dan kuliah daring hal tersebut listrik merupakan sebuah kebutuhan untuk masyarakat terkhusus para anak sekolah dan mahasiswa. Yang dimana listrik adalah salah satu kebutuhan dalam menjalankan aplikasi di handphone android.

Di samping itu juga, untuk mendukung ativitas sehari-hari dan juga untuk peningkatan ekonomi di dalam masyarakat sangatlah diperlukan listrik untuk menunjang aktivitas tersebut.

Oleh karena itu, masyarakat yang ada di Dusun Aekmato Jae sangat berharap kepada semua elemen terkhusus kepada Bupati Tapanuli Utara agar segera membantu warga dusun Aekmatio Jae.(rel/fabe)