News

Listrik Padam saat Ramadan, Warga Tanjungbalai Geruduk Kantor PLN

TANJUNGBALAI, FaseBerita.ID – Pemadaman listrik yang dilakukan pihak PLN saat ramadan membuat ratusan masyarakat Tanjungbalai marah.

Mereka mendatangi kantor PLN Cabang Tanjungbalai di kawasan Jalan Bundaran Jend Sudirman, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, Kamis (9/5) malam sekira pukul 21.05 WIB atau usai sholat tarawih.

Pantauan wartawan, kedatangan warga untuk mempertanyakan penyebab seringnya terjadi pemadaman listrik apalagi di jam berbuka puasa dan sahur khususnya di Kota Tanjungbalai. Sebagai bentuk kekecewaan mereka, massa melakukan aksi bakar ban.

Mahmuddin Kacak Alonso, warga sekitar mengatakan, aksi yang digelar malam itu adalah spontanitas masyarakat terkait pemadaman listrik yang dilakukan PLN Cabang Kota Tanjungbalai.

“Kami kecewa dengan adanya pemadaman listrik khususnya terjadi saat ramadan. Aktivitas dalam menjalankan ibadah jadi terganggu,” kata Mahmuddin.

Mereka berharap, kedatangan ratusan warga ke kantor PLN Cabag Tanjungbalai bisa menyelesaikan masalah pemadaman di daerah itu. Mereka juga meminta agar Manager PLN Cabang Tanjungbalai dicopot dari jabatannya.

Nazli Huzon, seorang pegawai PLN Tanjungbalai yang malam itu menerima kedatangan massa mengaku tidak bisa berbuat banyak atas tuntutan warga.

“Pimpinan kita tidak ada di tempat. Sedang mengikuti rapat mendadak tadi siang di Medan. Kami yang hadir sekarang ini hanya tenaga kontrak. Jadi kami tidak berweang untuk menjelaskan semua permasalahan itu. Intinya kronologis pemadaman listrik bukan unsur kesengajaan,” ujar Nazli.

Namun apa yang disampaikan pegawai tersebut tidak digubris massa. Masyarakat menolak penjelasan Nazli dan menunggu jawaban dari pimpinan PLN Tanjungbalai.

Hanya saja aksi bakar ban dihentikan dan aksi berjalan lancar dengan pengawalan pihak kepolisian. Masyarakat juga berjanji akan mendatangi kantor PLN.

Sementara Manager PLN Unit Layanan Pelanggan Tanjungbalai Syauri Erfansyan saat dikonfirmasi via WhatsApp mengatakan, pemadaman listrik yang dilakukan bukan unsur kesengajaan pihak PLN.

Namun murni musibah (force majure) yang waktunya tidak bisa diprediksi dan kebetulan terjadi pada saat sahur. Selanjutnya untuk melakukan pemulihan/ perbaikan, pihaknya butuh proses secara bertahap.

“Pemadaman bukan unsur kesengajaan PLN, tapi murni musibah. Perbaikan butuh proses secara bertahap, jadi masyarakat mohon bersabar,” kata Syauri Erfansyan. (CK-04/des)

USI