News

Listrik Mati Hidup, Warga Sibabangun Meradang

TAPTENG, FaseBerita.ID – Tidak normalnya kondisi listrik di beberapa hari terakhir, membuat masyarakat Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), meradang. Pasalnya, kondisi listrik yang setiap harinya mati sampai berkali-kali, mengakibatkan segala pekerjaan terhambat.

Bahkan sejumlah barang elektronik rusak. Belum lagi aktivitas pelaku home industri yang tersendat akibat pemadaman yang tidak beraturan.

Kegeraman warga semakin menjadi-jadi. Listrik selalu padam setiap harinya saat menjelang ibadah sholat magrib. Layanan listrik yang buruk ini menjadi pertanyaan ditengah-tengan masyarakat. Mereka mempertanyakan kinerja PLN yang kian lemah dan tidak profesional.

“Sebenarnya apa permasalahannya sehingga setiap hari mati lampu,” Tua Panggabean (40), warga Kecamatan Sibabangun, Senin (1/7/2019)

Tua mengaku kecewa dengan pemadaman yang dilakukan pihak PLN sesuka hati. Bagaimana tidak, aktivitas pria berbadan tinggi ini sangat tergantung dengan listrik. Namun akibat seringnya listrik mati usaha yang digelutinya tidak berfungsi.

“Kalau mati lampu bagaimana kita mau bekerja, kami ini orang susah jangan dipersulit,” katanya kesal, yang diamini warga lainnya.

Tua mengaku mulai kehilangan kesabaran akibat ulah PLN yang sering memadamkan listrik. Ia bersama warga lainnya berniat akan melakukan aksi demonstrasi di Kantor PLN.

Akibat pemadaman listrik ini telah membawa kerugian besar bagi masyarakat, apalagi mayoritas penduduk Kecamatan Sibabangun dan sekitarnya sudah sangat tergantung dengan listrik dalam mendukung kegiatan beraktifitas sehari-harinya.

“Sepertinya PLN tidak memiliki rasa malu terhadap pelanggan karena melakukan pemadaman seenaknya saja. Padahal jika pada saat bayar tagihan, pelanggan tidak boleh telat, apalagi nunggak,” tukasnya.

Kekesalan serupa juga disampaikan Restina Sijabat (34). Ibu rumah tangga warga Kelurahan Sibabangun ini mengaku kecewa dengan pelayanan listrik yang sering padam dalam beberapa hari terakhir. Aktivitas terganggu setelah pemutusan arus, termasuk memasak dan menyuci.

“Pas saya hendak menghidupkan mesin cuci ternyata listrik padam lagi, padahal sebelumnya sudah 1 jam sebelumnya mati.  Batal lagi deh mencuci pakaian,” keluhnya.

Sayangnya, hingga berita ini dikirimkan, pihak PT PLN Rayon Sibolga Kota belum berhasil dikonfirmasi. Informasi yang beredar di seputaran kantor PT PLN mengatakan pemutusan arus akibat adanya ganguan dari jaringan kabel. (ztm)