News

Libur Panjang Rawan Covid-19 dan Bencana: Warga Diimbau Libur di Rumah Saja

FaseBerita.ID – Akhir pekan depan, akan ada 5 hari libur yang jatuh pada 28 Oktober-1 November. Libur panjang itu adalah gabungan dari cuti bersama dan hari besar Maulid Nabi yang berhimpitan hari Sabtu dan Minggu. Meski libur panjang, masyarakat diharapkan bisa menahan diri untuk tidak berlibur ke luar rumah.

“Libur panjang ini patut diwaspadai. Karena ada berbagai dampak kerawanan, seperti penyebaran Covid-19, kepadatan arus lalu-lintas, dan bencana alam akibat cuaca ekstrem berpotensi terjadi,” kata.

Koordinator Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan menjawab wartawan, Jumat (23/10).

Jika pun masyarakat tetap ingin liburan bersama keluarga, diimbau untuk senantiasa mematuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Untuk penegakan prokes, Pemprovsu mengimbau para kepala daerah dan unsur Forkopimda untuk melakukan berbagai langkah antisipasi. Permintaan itu sesuai arahan pemerintah pusat melalui beberapa lintas kementerian, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Antisipasi Libur Panjang Oktober 2020 secara virtual dipimpin Menko Polhukam Mahfud MD, Kamis (22/10).

Selain lokasi wisata, objek yang dapat mengundang keramaian masyarakat menjadi tugas bersama pemangku kepentingan di Sumut, agar tidak menjadi klaster baru penularan pandemi Covid-19 . “Ini sudah nasional. Sudah jelas petunjuknya dari pemerintah pusat agar kita pemerintah provinsi, pemda, dan seluruh stakeholder menindaklanjutinya,” ucap Alwi.

Kepala Dinas Kesehatan Sumut ini menyebut, tidak ada persiapan khusus Dinkes mengawal prokes selama masa libur panjang nanti. Hanya saja seluruh pemda diingatkan tentang tanggung jawab masing-masing dalam menegakkan aturan prokes di semua lokasi yang berpotensi menghadirkan kerumunan orang.

Kepala daerah diharapkan berkonsolidasi dengan unsur Forkopimda dalam mengawasi dan melakukan pengamanan di wilayah masing-masing. “Jangan sampai usaha yang kita lakukan selama ini sia-sia karena lalai dalam melakukan pengawasan selama libur panjang ini. Susun dan rencanakan strategi masing-masing, baik razia transportasi umum, pengawasan ketat disiplin protokol kesehatan dan lainnya,” ujar Mahfud MD, dalam rakor.

Seluruh elemen masyarakat juga diharapkan ikut menjaga kekondusifan dan kesehatan agar tidak tertular virus.
Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, melalui Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama, Agus Sartono, menyampaikan delapan arahan untuk diperhatikan. Yakni memastikan masyarakat melaksanakan protokol kesehatan dengan menjauhi kerumunan, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun.

Kepala daerah agar memastikan kesiapan pelayanan kesehatan selama libur panjang, libatkan TNI/Polri mengedukasi masyarakat di tempat tempat wisata, pusat perbelanjaan/ kuliner dan moda transportasi umum.
“Memperbanyak pos pos pengawasan patuh protokol kesehatan di lokasi rawan penyebaran Covid-19, menjaga kewaspadaan dan tidak lengah selama liburan, meningkatkan patroli lalu lintas, antisipasi ancaman LaNina atau curah hujan ekstrem dan penanggulangan bencana,” terang Agus.

Disiplin Protokol Kesehatan Diuji

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Reisa Broto Asmoro, mengingatkan masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19 saat libur panjang pekan depan. Ia menyebut libur panjang ini akan menjadi ujian bagi kedisiplinan masyarakat.

“Ada satu momentum khusus di mana kedisiplinan 3 M kita akan diuji, yakni pada periode libur panjang dari 28 Oktober sampai 1 November nanti,” kata Reisa dalam keterangan pers yang disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (23/10) lalu.

Reisa mengingatkan, momentum libur panjang pada Agustus lalu dapat dijadikan pelajaran. Saat itu terjadi lonjakan kasus Covid-19 sehingga mengakibatkan padatnya kapasitas rumah sakit. Pada akhirnya pemerintah kembali memperketat pembatasan aktivitas untuk menekan laju Covid-19.

“Dua periode libur panjang sebelumnya telah memberikan pelajaran penting bagi kita untuk semakin bijak dan cerdas dalam menikmati masa liburan. Karena apabila kita lengah dalam menerapkan protokol kesehatan saat liburan ada konsekuensinya,” ujar Reisa.

Oleh karena itu, Reisa menegaskan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak dan sering mencuci tangan harus terus diterapkan saat masyarakat berlibur ke tempat keramaian.

Paling Aman di Rumah Saja

Namun, Reisa juga mengimbau agar masyarakat menikmati hari libur panjang di rumah saja. “Pilihan terbaik adalah berlibur di rumah saja. Sebagian besar kita telah melakukan ini selama lebih dari 8 bulan. Pilihan ini adalah yang paling aman,” ujar Reisa.

Ada panduan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk memastikan rumah aman dan nyaman.

“Rumah dibersihkan dan disinfeksi secara rutin, pastikan peredaran udara segar dan lancar dalam rumah. Caranya, membuka ventilasi atau jendela,” imbuh Reisa.

“Biarkan sinar matahari masuk dan butuh bekerjasama dengan seluruh anggota keluarga untuk memastikan rumah rapi dan bersih.”

Berlibur di rumah bisa dimeriahkan dengan berbagai acara seru. Dari tur virtual ke tempat-tempat wisata, museum, dan lain-lain.

“Atau menikmati tayangan online yang menarik, dari konser musik film dan banyak lagi. Anda bisa juga membuat permainan seru bersama anggota keluarga sampai kegiatan olahraga bersama,” saran Reisa.

“Untuk olahraga, kami pernah menginformasikan soal pedoman dari Kementerian Pemuda dan Olahraga di antaranya, olahraga di rumah sebagai opsi terbaik. Yoga, senam atau mempraktikkan berbagai tips stretching dan angkat beban.”

Apabila memutuskan olahraga di luar rumah, lanjut Reisa, perhatikan protokol kesehatan. “Jalan sehat dan senam ringan disarankan tetap memakai masker. Bila olahraga di luar rumah tetap disarankan menjaga jarak aman dan usahakan memakai masker,” tambah Reisa.

Ketua Departemen Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Tri Yunis Miko Wahyono mengimbau, masyarakat yang hendak mengisi libur panjang pekan depan menghindari zona merah. “Mau jalan ke mall atau ke manapun, di zona merah itu berisiko tertular Covid-19,” ujar Tri, Rabu (21/10).

“Jika hendak berwisata, pastikan lokasinya berada di zona hijau sehingga tidak terpapar Covid-19,” tegas Tri Yunis Miko Wahyono. (prn/ian/kps/net/smg)