News

Lembaga Antikorupsi Inggris Selidiki Korupsi Pembelian Bombardier oleh Garuda

FaseBerita.ID – The Serious Fraud Office (SFO) atau lembaga yang menyelidiki kasus penipuan dan korupsi di Inggris, mengumumkan saat ini tengah melakukan penyelidikan terhadap produsen pesawat terbang asal Kanada, perusahaan Bombardier Aerospace Commercial Aircraft.

Penyelidikan dilakukan atas dugaan penyuapan dalam kontrak penjualan pesawat ke PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA). Dikutip dalam laman Reuters, SFO memulai investigasi pada Kamis (5/11).

Investigasi tersebut dilakukan setelah pengadilan Indonesia menjatuhkan sanksi pidana terhadap mantan Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar pada Mei 2020. Diketahui Emirsyah terbukti terlibat kasus suap pengadaan pesawat dan manufaktur yang melibatkan perusahaan Airbus dan Rolls Royce.

“SFO menyelidiki Bombardier Inc atas kasus dugaan penyuapan dan korupsi terkait kontrak dan/ atau permintaan (pesanan?) dari Garuda Indonesia,” seperti dikutip dari Reuters, Jumat (6/11).

Kabar penyelidikan yang dilakukan SFO sudah sampai ke Menteri BUMN Erick Thohir. Dia sangat mendukung SFO menindaklanjuti masalah tersebut.

“Kami di Kementerian BUMN sangat mendukung untuk penindak-lanjutan masalah hukum di Garuda karena ini merupakan bagian dari Good Corporate Governance dan transparansi yang dijalankan sejak awal kami menjabat dan sesuai dengan program transformasi BUMN,” kata Erick dalam pesan singkat, Jumat (6/11).

Erick akan berkoordinasi dengan KPK, Kementerian Hukum dan HAM, serta Kejaksaan Agung untuk menindaklanjuti persoalan kontrak kerja pembelian pesawat.

“Kemenkum HAM membantu kami dalam melakukan revisi kontrak melalui mutual legal assistance,” ungkap Erick.

Untuk diketahui, mantan Dirut Garuda Indonesia Emirsyah dijatuhi hukuman pidana 8 tahun penjara denda Rp1 miliar subsider 3 bulan kurungan atas kasus suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat di PT Garuda Indonesia. Emir juga terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Emirsyah Satar didakwa menerima suap dari Soetikno Soedarjo, pemilik PT Mugi Rekso Abadi sebesar Rp5,8 miliar, USD 884.200, EUR 1 juta, SGD 1 juta. Penerimaan suap terkait pengadaan sejumlah pesawat di Garuda Indonesia.

Disebutkan bahwa pengadaan barang di Garuda Indonesia oleh Emirsyah Satar hingga berbuntut penerimaan suap yakni; total care program (TCP) mesin Rolls-Royce (RR) Trent 700; pengadaan pesawat Airbus A330-300/ 200; pengadaan pesawat Airbus A320 untuk PT Citilink Indonesia; pengadaan pesawat Bombardier CRJ1.000; dan pengadaan pesawat ATR 72-600. (merdeka/fi)

iklan usi