News

Laut Sibolga Tercemar Limbah, Ikan Keramba Bermatian

SIBOLGA, FaseBerita.ID– Warga pinggir pantai Sibolga beberapa hari terakhir diresahkan dengan kondisi air laut yang tercemar. Air laut tampak berwarna kecoklatan seperti minyak mengapung dipermukaan air.

Ironisnya lagi, fenomena yang baru tahun ini muncul mengakibatkan ikan-ikan di keramba masyarakat bermatian.

Seperti dikatakan Parningotan Purba (42) warga Kelurahan Sibolga Ilir, Kecamatan Sibolga Utara. Katanya, kondisi air laut seperti berminyak sudah terjadi 4 hari.

Menurutnya, kondisi tersebut hanya berlangsung sekitar 2 jam. Dimulai dari pukul 15.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.

“Baru 4 hari ini terjadi. Setiap sore, mulai jam 3. Gak lama, hanya sekitar 2 jam,” kata Parningotan, Senin (17/5).

Terkait penyebab air laut keruh, dia mengaku tidak tahu pasti. Namun, dia sangat khawatir dengan kondisi tersebut.

“Kita gak tahu apakah ini limbah atau bukan. Karena, sampai sekarang aku gak berani memegangnya. Tapi informasinya di daerah Panomboman, ikan bermatian. Seperti minyak diatas air, warnanya coklat,” ungkapnya.

Senada juga dikatakan Yohannes Bondar, warga Panomboman, yang membenarkan bahwa ikan keramba warga sekitar bermatian sejak kemunculan zat menyerupai minta di permukaan laut Sibolga.

“Laut berminyak dan sample juga ada kok Bang. Seluruh ikan kelompok nelayan yang ada kerambah, bermatian,” kata Yohannes.

Tak hanya itu, hal aneh lainnya juga muncul, yakni ikan yang biasa berada didasar laur, muncul ke permukaan.

“Dan ngerinya, ikan liar berdatangan dari dasar laut ke pinggir laut dalam keadaan hoyong Bang. Dan bisa ditangkap dgn tangan,” pungkasnya.

Kondisi yang sama juga ternyata dialami oleh warga Mela, Kabupaten Tapanuli Tengah. Banyak ikan yang mati dan mengapung dipermukaan air laut.

Mereka juga mengaku belum mengetahui sumber pencemaran laut tersebut. Namun, mereka yakin kalau limbah tersebut sangat berbahaya.

Terpisah, Hendra Darmalius, Plt Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Sibolga yang dikonfirmasi via telepon selularnya mengatakan, pihaknya sudah turun untuk memeriksa penyebab pencemaran.

Namun, dirinya belum dapat menyampaikan hasil dari pemeriksaan tersebut.

“Iya, petugas kami sudah turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan penyebab pencemaran. Nanti saya akan konfirmasi kepada petugas yang turun ke lapangan,” kata Hendra. (ts/fabe)