News

Laporkan Anggota DPRD, Danlanal Bersedia Mediasi

SIBOLGA, FaseBerita.ID – Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Sibolga Letkol Laut (P) Betrawarman, menyatakan kesiapan pihaknya bermediasi atau duduk bersama, terkait laporan pengaduan mereka ke polisi terhadap salah seorang anggota DPRD Kota Sibolga beberapa waktu lalu.

Danlanal juga menyatakan jika mediasi tersebut utamanya memang dilakukan oleh Ketua Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Sibolga, dalam hal ini Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk selaku Ketua Forkopimda Kota Sibolga.

“Kenapa? Kan nggak mungkin saya. Saya hanya sebagai kepala instansi vertikal di satuan saya. Jadi, saya menunggu untuk itu juga dan kita lihatlah,” kata Betrawarman menjawab wartawan terkait adanya wacana Walikota Syarfi Hutauruk memediasi permasalahan Lanal dengan anggota DPRD Muchtar DS Nababan, usai upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Republik Indonesia (RI) di lapangan Simaremare, Sabtu (17/8/2019) lalu.

Betrawan mengaku sudah mengklarifikasi dan menyampaikan persoalan ini kepada masyarakat. Karena dia melihat ada mekanisme atau tata tertib (tatib) atau peraturan yang tidak sesuai disampaikan oleh salah seorang anggota dewan saat sidang paripurna Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Kota Sibolga Tahun Anggaran (TA) 2019.

Anggota dewan tersebut malah menghunjuk langsung perwakilan Lanal yang hadir pada saat itu dan memintanya untuk menyampaikan kepadanya selaku Danlanal Sibolga.

“Padahal kapasitas saya di situ, hanya sebagai tamu undangan dan tidak berhak bersuara. Sebab mekanisme DPRD yang saya pahami, kalau ada aspirasi masyarakat kepada DPRD, itu disampaikan kepada Ketua DPRD atau Komisi. Setelah itu, Komisi memanggil atau menggadakan rapat dengar pendapat (RDP) dengan pemerintan daerah (Pemda),” tukasnya.

Kemudian lanjut dia, Pemda, karena memiliki tugas yang bersinggungan dengan instansi vertikal, mengundang Forkopimda untuk mengikuti RDP secara resmi.

“Jadi seolah-olah yang beredar di media, khususnya di media sosial saat ini, adalah hak imunitas DPRD. Kemudian Lanal disebutkan anti kritik dan tidak mendukung kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan (KP),” tuturnya.

Menurutnya, Lanal Sibolga bukanlah institusi anti kritik atau institusi yang tidak mendukung kebijakan Menteri KP.

Melainkan karena adanya prosedur tatib dalam sidang paripurna DPRD Sibolga yang dijalankan oleh salah seorang dewan yang dirasa Lanal Sibolga tidak beretika.

“Itulah hal pertama yang saya laporkan. Kemudian kedua, tuduhan kepada institusi saya tentang suap. Apakah itu dibicarakan tanpa bukti? Kapan? Apakah di zaman saya atau di zaman sebelumnya?” tanyanya.

Betrawarman yang dilantik sebagai Danlanal Sibolga pada Maret 2019 lalu ini pun berpesan kepada masyarakat dan nelayan, untuk memahami tugas TNI AL. Menurutnya, tugas pengamanan di laut bukan hanya TNI AL, tapi ada banyak lainnya. Sehingga tidak semua kesalahan pengamanan di laut harus ditumpukkan kepada TNI AL, khususnya Lanal Sibolga. Tugas pengamanan di laut, hanya bagian kecil dari besarnya tugas TNI AL, seperti mendukung operasional satuan tugas TNI AL, melaksanakan pembinaan potensi maritim dan juga sebagai penegak hukum.

“Kementerian KP yang mempunyai dan menjalankan peraturan perundang-undangan, merekalah seharusnya sebagai ujung tombak di sini, karena merekalah yang mempunyai peraturan tersebut. Kemudian juga ada Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) dan lainnya. Sehingga kalau semua kesalahan pengamanan di laut hanya ditumpukkan kepada TNI AL, tentu tidak fair,” tegasnya.

Beberapa organisasi masyarakat dan nelayan di daerah itu sebelumnya telah menyampaikan dukungan moral kepada Muchtar DS Nababan. Muchtar dinilai sebagai anggota DPRD yang telah berani menyuarakan suara keresahan nelayan kecil. Dukungan terakhir datang dari organisasi Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) pada Jumat (16/8/2019) lalu, dikoordinir oleh senior member organisasi itu, Arwan Suandy Hutagalung.

“Dukungan yang kita berikan ini sebagai bagian dari tugas pengabdian dan pelayanan GMKI kepada masyarakat,” kata Arwan kepada Pers, usai bertemu dengan Muchtar Nababan di gedung DPRD Sibolga.

Kecewa dengan Statemen Rekan

Sementara anggota DPRD Sibolga Syarifuddin Lubis (Lian) dan Pantas Lumbantobing mengaku kecewa, karena nama mereka disebut-sebut sebagai saksi pemberi informasi adanya indikasi suap illegal fishing dari pemilik kapal bom dan pukat trawl kepada Lanal Sibolga.

Syarifuddin Lubis

Syarifuddin Lubis Alias Lian pun membantah pernyataan anggota DPRD Muchtar Nababan yang menyebut dirinya saksi atas pemberian “uang stabil” atau suap kepada Lanal Sibolga.

Dia mengaku tidak pernah berkomunikasi dengan Muchtar Nababan, baik secara langsung, tertulis maupun lewat handphone.

“Saya cukup keberatan, saya sendiri tidak pernah menyatakan apapun seperti itu kepada saudara Muchtar. Rangkaian tugas DPRD sudah tiga bulan saya tidak jumpa dengan beliau,” kata Lian di Gedung DPRD Sibolga, Kamis 15 Agustus 2019.

Menurut Lian, pernyataan Muchtar di sidang paripurna beberapa waktu lalu, tidak sesuai dengan substansi pembahasan untuk menyuarakan aspirasi masyarakat.

“Rapat tersebut adalah penyampaian umum terhadap P-APBD, seharusnya beliau interupsi sesuai dengan substansi, inikan lari dari substansi persoalan, ada waktu dan ruang untuk membicarakan pernyataan-pernyataan tersebut,” ujar Ketua Komisi II DPRD Sibolga itu.

Dirinya yang juga pengusaha perikanan itu mengaku terkejut dengan pernyataan Muchtar Nababan yang melibatkan namanya di persoalan itu.

“Dari mana didapat, di paripurna dia bilang, dia dapat informasi dari nelayan kecil, kok setelah itu dia sebut nama kita berdua (Pantas dan Syarifuddin-red). Kalau persoalan ini panjang, saya juga akan menempuh jalur hukum,” tegas Ketua Komisi III DPRD Sibolga ini.

Dia mengaku tidak pernah memberi tahu tentang masalah trawl termasuk kepada Lanal. Dirinya cukup terkejut dan heran. “Beritanya ini kok bawa nama kita, sampai sekarang boleh dicek, saya tidak ada punya trawl lagi, saya sudah beralih alat tangkap,” katanya. (mis)