News

Lahan Terlantar 14 Hektar “Disulap” Jadi Ladang Bawang Putih

TAPUT, FaseBerita.ID – Bupati Tapanuli Utara (Taput) Nikson Nababan bersama investor  PT Niaga Global Modern bekerjasama dengan masyarakat dalam pengembangan tanaman bawang putih. Seluas sekitar 14 hektare lahan terlantar di di Desa Hutaginjang, Kecamatan Muara, disulap menjadi ladang bawang putih.

Nikson Nababan menghadiri penanaman perdana tanaman bawang putih kerjasama Niaga Global Modern dengan masyarakat turut hadir dalam kesempatan itu Irjen Kementrian Pertanian Justan Ridwan Siahaan, Pimpinan Niaga Global Modern, Antoni, ulama dan rohaniawan, para pimpinan organisasi perangkat daerah, penyuluh pertanian dan warga masyarakat setempat.

“Sebelumnya tanah tempat pengembangan bawang putih ini merupakan lahan terlantar. Namun adalah kebanggan buat saya jika investor seperti bapak Antoni dari Niaga Global Modern mau memberikan perhatiannya, sehingga tanah di daerah yang dititip Tuhan bagi saya ini, bisa bermanfaat buat masyarakat, bangsa dan negara,” kata Nikson Nababan saat melakukan penanaman perdana, Kamis (29/8/2019).

Ia juga mengharapkan, para investor lainnya seperti PT Niaga Global Mandiri dapat membantu  membangun Tapanuli Utara  dari sektor pertanian. Pasalnya, mayoritas masyarakat di Tapanuli Utara hidup dari sektor pertanian. Ia menjelaskan, kendala pertanian selama ini sangat komplit. Mulai dari pengolahan lahan, modal, hingga pemasaran.

“Makanya saya lakukan beberapa kebijakan seperti memberikan bantuan alat pertanian, membantu dengan pemberian pupuk bayar pasca panen hingga menjamin stabilitas harga untuk tiga jenis komoditi pertanian. Saya juga harap pemerintah pusat dan para pihak investor dapat membantu dalam hal  pengolahan  lahan, modal, dan pemasaran hasil pertanian itu tadi. Kalau itu dilakukan saya yakin petani di negara ini akan sukses,” katanya.

Irjen Kementrian Pertanian Justan Ridwan Siahaan dalam kesempatan itu mengatakan, kebutuhan negara untuk bawang putih tercatat sebanyak 600 ribu ton. Dengan komitmen pemerintah yang akan mengurangi import bawang putih, maka dibutuhkan pengembangan bawang putih di lahan sekitar seluas 100 ribu hektare.

“Dan daerah di kawasan Danau toba ini sangat cocok untuk pengembangan tanaman bawang putih ini,” katanya.

Ia mencontohkan Kabupaten Humbang Hasundutan yang telah memulai pengembangan bawang putih.

“Sebelumnya banyak yang ragu akan pengembangan bawang putih di Humbahas. Namun akhirnya hasilnya memuaskan. Saya yakin di Taput ini, pengembangan bawang  putih juga akan berhasil,” katanya.

Hal yang sama dikatakan Antoni selaku pimpinan PT.Niaga Global Modern.  Ia katakan,  pengembangan bawang putih di Taput sangat potensial.

“Kita ingin  berkontribusi untuk mengurangi import,” ucapnya.

Kepala Dinas Pertanian Taput Sey Pasaribu mengatakan, datangnya investor untuk pengembangan bawang putih di Taput merupakan moment yang baik disaat pemerintah akan mengurangi import bawang putih mulai tahun 2020.

“Pengembangan bawang putih ini merupakan moment yang baik mengingat ketinggian, suhu dan kelembaban daerah ini cocok  untuk pengembangan bawang putih,” katanya.

Ia mengatakan, investor PT Niaga  Global Modern akan melakukan pengembangan bawang putih di lahan  seluas 50 hektare. Dan saat ini sudah siap tanam di lahan seluas 14 hektare yang tersebar di tiga kecamatan. Kerjasama investor itu juga disebutnya sangat menguntungkan masyarakat. Di mana biaya produksi dari mulai tanam sampai panen difasilitasi oleh investor.

“Lahan masyarakat juga dipinjam. Dan keuntungan dibagi hasil antara investor dengan  masyarakat,” katanya.

Sey juga mengatakan, kementrian juga akan membantu pengembangan bawang putih di lahan seluas 130 hektare di Taput.

“Harapan kita Taput  menjadi sentra baru produksi bawang putih,” harapnya. (as/osi)

USI