News

Lahan Konsesi Bakal Ditarik untuk Pertanian di Kawasan Danau Toba

HUMBAHAS, FaseBerita.ID – Dalam kunjungan kerjanya (Kunker) ke kawasan Danau Toba sebelum bertolak kembali ke istana negara, Presiden RI Joko Widodo menyempatkan diri mengunjungi Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Rabu (31/7/2019) lalu. Kedatangannya kali ini untuk meninjau peternakan sapi Belgian Blue serta lahan pertanian milik warga di Desa Parsingguran II, Kecamatan Pollung.

Sebelumnya, Senin (29/7/2019) mantan Walikota Solo itu juga mengawali Kunkernya di kota khas kuliner daging kuda itu, yakni meninjau rencana percepatan pengembangan (Quick Win) Geosite Sipinsur, Desa Pearung, Kecamatan Paranginan.

Didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, orang nomor satu RI tadi tiba di lokasi sekira pukul 15.00 WIB.

Sejumlah menteri Kabinet Indonesia Kerja, yakni Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri PUPR M Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pariwisata Arief Yahya serta Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi turut mendampingi Jokowi.

Kedatangan rombongan presiden tersebut disambut hangat Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor, Wakil Bupati Saut Parlindungan Simamora, Sekdakab Tonny Sihombing, Ketua TP PKK Lidia Kristina Panjaitan, Wakil Ketua TP PKK Tiur Mariati Sinaga serta ribuan warga yang sudah sejak pagi memadati lokasi, menantikan kedatangan mantan Gubernur DKI itu.

Joko Widodo memuji hasil pertanian organik yang sudah di lakukan oleh Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan. Jokowi menuturkan, bantuan pemerintah pusat yang diberikan ke Kabupaten Humbahas merupakan program baru. Dan setelah dilakukan ujicoba ternyata sebagian besar berhasil.

Oleh karena itu, Dia menyebutkan program ini akan dikembangkan secara besar-besaran, seperti bantuan bibit bawang putih, bibit jeruk, bantuan ternak sapi dan kerbau, bantuan alat-alat mesin pertanian dan bantuan lainnya.

“Ini, baru semuanya. Yang pertama di sini, kita pingin organik. Saya coba tadi jeruk, segar sekali rasanya. Karena udaranya cocok. Juga tanahnya cocok. Kemudian bawang putih tahun Kemarin 2018 dicoba, ternyata hasilnya bawang putihnya wangi. Ada wanginya dan organik. Kemudian cabainya juga kelihatan segar tapi pedas”, ucapnya.

Selain bantuan untuk pertanaman jeruk, pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian, sebelumnya telah menyalurkan bantuan bibit bawang putih pada tahun 2017 lalu dan hasilnya sangat memuaskan. Karenanya, akan dikembangkan lebih besar lagi.

Namun, untuk pengembangan pertanian itu, dibutuhkan lahan yang luas. Karenanya, pemerintah memutuskan untuk menarik kembali lahan konsesi yang dikuasai oleh sejumlah perusahaan yang berada di kawasan Danau Toba guna mendukung pengembangan pertanian dimaksud.

“Ini saya kira tanahnya kurang, karena memang masih dikuasi oleh konsesi. Nah, ini nanti yang saya ambil. Nih, saya berikan ke bupati, gubernur untuk dibesarkan. Total lahan konsesi di kawasan Danau Toba sekitar 148.000 hektar. Kita ambil untuk kawasan wisata. Kita hijaukan kembali. Dan, sebagian lagi untuk pertanian,” sebutnya.

Untuk pertanaman bawang putih di daerah itu, Jokowi menyebutkan bahwa pemerintah memberikan perhatian khusus. Dimana, pemerintah juga telah menyalurkan sejumlah bantuan alsintan (alat-alat mesin pertanian) agar nantinya Humbahas dapat menjadi daerah penyuplay bawang putih di Sumatera Utara bahkan di Indonesia.

“Karna untuk perawatan kita komplitin traktor dan ekskavator. Itu dari Menteri Pertanian kita berikan. Sekarang tinggal bagaimana membesarkan setelah mencobanya. Entah ada yang 100 hektar atau 50 hektar bawang putih berhasil, dibesarkan. Kita harapkan, paling tidak bawang putih, misalnya tidak usah untuk mensuplai nasional tapi untuk suplai Sumut saja udah bagus bangat ngurangi impor banyak sekali,” tukasnya.

Sementara mengenai Sapi Belgian Blue yang sekarang masih tiga ekor, Jokowi berjanji akan ditambah lagi. “Ini baru 3 ekor. Kelihatannya tadi sapinya senang. Oke ditambah lagi. Karena dari kotoran, air kencing sapi dan kerbau bisa dipakai untuk pupuk organik,” tandasnya.

Muara, Gerbang Pengembangan Wisata Danau Toba

Muara menjadi salah satu tempat yang menjadi perhatian Presiden RI ke-7 yang diharapkan akan menjadi salah satu pintu masuk menuju kawasan wisata Danau Toba. Hal ini dijelaskan Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan kepada awak media ketika Presiden Jokowi meninjau pembangunan Dermaga Muara, Senin (29/7/2019) lalu.

“Bapak Presiden Jokowi telah mewujudkan mimpi kita melalui Bandara Internasional Silangit sehingga para wistawan dengan akses ini dapat menuju Danau Toba melalui Muara. Pemerintah Pusat telah membangun dermaga di Muara dan 2 bulan kedepan diharapkan akan selesai. Selanjutnya melalui Kementerian Perhubungan, kita akan dibantu dengan pemberian kapal penyeberangan sehingga dari Muara akan dapat diakses menuju lokasi se-Kawasan Danau Toba. Peluang besar seperti inilah yang akan menjadikan Muara sebagai pintu masuk,” ucap Nikson Nababan (1/8/2019).

Bupati juga menjelaskan perlunya percepatan pendirian Universitas Negeri Tapanuli serta melanjutkan pembangunan jalan tol melewati Tapanuli Utara hingga ke Tapanuli Tengah.

“Selain bantuan dari Dana Alokasi Khusus, kita juga berharap dukungan Pemerintah Pusat untuk mewujudkan Universitas Negeri Tapanuli, dimana fakultasnya berada di beberapa Kabupaten di Tapanuli sesuai dengan kondisi masing-masing. Keberadaan universitas ini, nantinya akan mendatangkan wisatawan domestik dan bahkan juga menimbulkan efek domino yang positif bagi sektor lainnya,” tambahnya.

Dikatakan, pentingnya pembangunan jalan tol yang melintasi Tapanuli Utara hingga Tapanuli Tengah akan meningkatkan pertumbuhan perekonomian masyarakat pantai timur dan pantai barat Sumatera. ” Saya yakin cita-cita ini dapat terwujud dengan dukungan semua pihak terutama Bapak Presiden Jokowi,” ujarnya.

Perlu diketahui, bahwa Danau Toba memiliki beberapa pulau, salah satunya adalah Pulau Sibandang. Ini dengan luas wilayah 711,8 Ha dan jumlah penduduk 2.054 jiwa yang terdiri dari 3 Desa, yaitu Sibandang, Papande dan Sampuran.

Pemerintah Tapanuli Utara telah membangun jalan lingkar dan selanjutnya menetapkan Pulau Sibandang sebagai daerah bebas polusi. Hal ini dilaksanakan dengan membatasi masuknya kendaraan bermotor yang menggunakan BBM sehingga nantinya para wisatawan dapat menikmati konsep wisata ‘back to nature’.

Dilepas dari Silangit

Setelah melakukan berbagai kunjungan kerja di wilaya Tapanuli, Presiden Joko WIdodo akhirnya bertolak kembali ke Jakarta, Rabu (31/7/2019) sekira pukul 17.25 WIB. Keberangkatannya dilepas oleh Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan bersama Ibu Satika Simamora dan para kepala daerah dan pejabar lainnya, serta tokoh agama.

Sebelum memasuki pesawat, Presiden bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo tampak berbincang dan menyalami Bupati Tapanuli Utara serta para kepala daerah maupun pejabat dan tokoh agama yang turut menghantarkan keberangkatannya.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa Presiden Jokowi selama 3 hari ini telah meninjau beberapa lokasi di Kawasan Danau Toba, termasuk selama dua hari di Kabupaten Tapanuli Utara.

Bupati Nikson Nababan mengungkapkan rasa terima kasih atas kunker Presiden ini yang merupakan bukti keseriusan pemerintah pusat dalam pengembangan pariwisata untuk menjadikan Danau Toba sebagai Bali kedua, terutama pembangunan di Tapanuli Utara.

“Terima-kasih atas kunjungan dan perhatian Bapak Presiden terhadap Tapanuli Utara, sampai bertemu kembali Pak,” ucap Bupati ketika bersalaman dengan Presiden RI yang dikenal dengan kesederhanaannya. (as/sht)

iklan usi