News

Lagi, Seorang Pria Lansia Tewas Tersambar Kereta Api di Siantar

SIANTAR, FaseBerita.ID-Seorang lanjut usia, bernama Selamet (86), warga Jalan Cumi, Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Siantar Timur, ditemukan tewas di pinggiran rel kereta api, Jalan Tongkol Selasa (17/3) sore sekira pukul 18.00 WIB.

Ini merupakan korban kedua, setelah sebelumnya Lesdin Purba (77) bernasib sama tersambar kereta api, Kamis (5/3).

Korban tewas di tempat, lantaran disambar kereta api bermuatan minyak yang datang dari arah Kota Siantar menuju Kota Medan.

Informasi dihimpun dari sejumlah saksi. Korban saat itu disebut warga sedang berjalan di pinggiran rel. Yakni di belakang padatnya rumah warga. Korban juga diketahui pikun, sehingga kereta begitu mendekat korban langsung tersambar. Setelah tersambar, korban yang tewas sempat dibawa ke Bidan Agustina Saragih.

“Meninggal di tempat bang, tadi bapak ini jalan di rel mungkin mau kerumahnya. Bapak ini namanya Pak Selamet, setauku ada pikunnya. Makanya tidak dengar dia kereta api melintas. Padahal uda di klakson,” ujar Steven Sinaga (45), warga jalan Tongkol yang melarikan korban ke Bidan Agustina Saragih tak jauh dari lokasi kejadian.

Warga sempat mencoba melarikan korban ke bidan dengan cara menggendong. Hasilnya, korban dinyatakan sudah tewas ditempat sebelum dibawa ke Bidan. Hal itu dibenarkan Personel Polsek Siantar Timur yang tiba di lokasi setelah dikabarkan oleh sejumlah warga.

“Sudah meninggal lebih dulu, si korban,” ujar Personel Polsek Siantar Timur. Tak berapa lama, anak korban tiba di bidan. Karena melihat keadaan ayahnya sudah berdarah-darah dan tidak bernafas lagi. Akhirnya, anak korban bernama Siti Maymunah (41), menangis sejadi-jadinya sambil mengatakan,”Pak, Pak, tadi bapak maunya di rumah aja pak. Ini kenapa bisa gini pak,” tukasnya sedih.

Siti mengatakan, orang tuanya tersebut sudah lama pikun. Bahkan, dikatakannya sudah lama mengalami kurang pendengaran. Sementara, warga terus berdatangan menyaksikan Korban terbaring di dalam ruang Bidan Agustina Saragih. Untuk itu, anak korban sepakat dengan pihak kepolisian untuk membuat pernyataan ikhlas dan menolak di otopsi.

Terpisah, Kapolsek Siantar Timur Iptu Raun Samosir membenarkan kejadian itu. “Benar, tadi ada korban disambar Kereta Api. Keluarga korban ikhlas dan buat pernyataan bahwasanya kecelakaan itu murni. Kita juga mendapat keterangan dari keluarganya, korban memang pikun dan pendengarannya sudah kurang,” tukasnya sembari mengatakan korban besok akan disemayamkan di rumah duka. (Mag-03)

USI