News

Lagi, Kayu Ilegal Diamankan

SIBOLGA, FaseBerita.ID – Petugas Satgassus Polres Sibolga kembali mengamankan setumpuk kayu ilegal yang diangkut menggunakan mobil jenis Mitsubishi L300 BA 8374 DC saat melintas dari Jalan Zainul Arifin, Kelurahan Simaremare, Kecamatan Sibolga Kota, Senin (7/5) sekira pukul 15.00 WIB.

Supir yang juga merupakan pemilik kayu berinisial SS (59) warga Jalan KH Ahmad Dahlan dan Jalan Midin ini diamankan berikut barang bukti berupa kayu siap pakai ukuran 2 cm x 20 cm x 200 cm sebanyak 20 lembar. Kemudian, kayu ukuran 4 cm x 25 cm x 200 cm sebanyak 62 lembar.

Kapolres Sibolga Edwin Hariandja melalui Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin mengungkapkan, penangkapan dilakukan saat petugas Satgassus melakukan patroli di seputaran Kota Sibolga. Saat melihat mobil pengangkut kayu tersebut, petugas menghentikannya dan meminta supir untuk memperlihatkan dokumen kayu.

“Mobil dihentikan dan petugas menanyakan administrasi/dokumen kayu tersebut. Akan tetapi pengemudi mobil, yang juga sebagai pemilik kayu tidak dapat memperlihatkan. Sehingga mobil dan pengemudinya dibawa ke Polres Sibolga,” kata Sormin, Selasa (14/5).

Dari hasil pemeriksaan, SS yang akhirnya ditetapkan sebagai tersangka mengaku kalau kayu tersebut dia peroleh dari seseorang yang namanya telah dikantongi oleh petugas di Desa Pargadungan, Kecamatan Tapian Nauli, Tapteng.

“Identitasnya telah kita kantongi. Tersangka tidak mengetahui kayu itu diperoleh dari mana. Tapi, penjualnya menjelaskan kepada tersangka kalau kayu itu diperoleh dari sebuah pulau,” ungkapnya.

Kepada penyidik, tersangka mengaku baru dua kali belanja kayu dari orang tersebut. Setiap kali belanja, dia selalu menyuruh orang untuk memuat kayu tersebut ke mobilnya dengan memberikan imbalan. “Katanya, baru dua kali beli kayu dari oknum tersebut,” pungkasnya.

Rencananya, kayu tersebut akan dia jual kembali kepada orang lain. “Dijual kepada oranglain, yang membutuhkan,” ketusnya.

Terhadap tersangka, tidak dilakukan penahanan. Kepadanya dikenakan pasal 83 ayat 1 huruf b Jounto pasal 12 ayat 1 huruf e, dari Undang-undang RI nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan pengrusakan hutan dengan ancaman hukuman paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun dam denda paling ringan Rp500.000.000 dan paling berat Rp2.500.000.000. (ts)