News

Lagi, 3 Rumah Terbakar di Simalungun: Warga Minta Damkar Disiagakan

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID– Masih segar dalam ingatan 8 unit rumah terbakar di Nagori Pokan Baru, Kecamatan Hutabayu Raja baru-baru ini, kini kebakaran kembali terjadi Dusun I, Nagori Siruberube, Kecamatan Huta Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun.

Dalam peristiwa yang terjadi Rabu (26/5/2021) sekira pukul 09.00 WIB ini, tiga rumah ludes terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian di hari libur itu, namun kerugian mencapai Rp 65 juta.

Informasi yang dihimpun, kejadian yang diduga berawal dari kompor masak yang sedang menyala di rumah salah seorang korban itu membuat para korban dan warga lainnya pagi itu sempat panik dan berusaha melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya itu.

Namun, karena rumah terbuat dari didinding kayu, ketiga rumah itu pun tidak dapat diselamatkan.
Kebakaran pun dapat dipadamkan oleh warga selang satu jam kemudian dengan peralatan seadanya.

Kini, ketiga warga tersebut Ruben Sitio (42), Rusjend Silaban (50) dan Saul Nainggolan (45) harus kehilangan rumah dan isinya. Sementara itu pihak kepolisian Polsek Dolok Pardamean masih melakukan penyelidikan lebih lanjut di lokasi kejadian.

Kapolsek Dolok Pardamean AKP S Tampubolon saat dikonfirmasi melalui seluler membenarkan adanya kejadian tersebut. Saat ini pihaknya masih berada di lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut.

Warga Minta Damkar Disiagakan di Kecamatan

Menanggapi kejadian kebakaran di Simalungun akhir-akhir ini, dibutuhkankan mobil dan personel unit kebakaran yang disiagakan di kantor kecamatan.

Menurut Robert Silalahi, warga Panai Tongah, Pemkab Simalungun harus menyiapkan unit Damkar yang siaga 24 jam. Kejadian kebakaran adalah bencana, namun jika ada upaya sigap dari petugas pemadam kebakaran, maka kerugian dapat ditekan.

“Jika memungkinkan memang harus ada di tiap kecamatan. Namun jika tidak pun, bisa ditempatkan di lokasi yang strategis. Dimana posko unit damkarnya dapat menjangkau seluruh lokasi dalam waktu yang sesingkat-singkatnya,” kata Robert Silalahi.

Bupati Simalungun, lanjut Robert, harus segera menyikapi kejadian ini dan mengambil langkah cepat untuk mencegah kerugian lebih besar.(adi/fabe)