News

Labuhanbatu Kian Diselimuti Asap Tebal

FaseBerita.ID – Kabupaten Labuhanbatu dan sekitarnya dilaporkan dipapar kabut asap makin menebal, Rabu (18/9/2019) sejak pukul 07.00 WIB.

Kabut asap sendiri sebenarnya telah melanda daerah itu sejak dua minggu terakhir. Namun kemarin kabut asapnya bertambah parah dan mulai mengganggu aktifitas warga. “Diperparah intensitas curah hujan yang minim,” kata Nana Ariani, warga Kota Rantauprapat.

Sejumlah warga memilih berdiam diri di rumah. Pasalnya, polusi asap membuat jarak pandang semakin rendah, dan mata terasa perih serta tenggorokan terasa gatal. Suhu udara juga terasa gerah dan panas. Yang melakukan aktifitas luar ruang terlihat mengenakan masker.

Meski demikian, jarak pandang masih relatif aman bagi pengemudi kendaraan. Walaupun banyak kendaraan yang menyalakan lampunya di siang hari.

Fadli, warga Labuhanbatu mengimbau pemerintah daerah agar memantau kondisi warga yang berpotensi terdampak ISPA akibat paparan asap. Dalam dua pekan terakhir, Labuhanbatu Selatan dan Labuhanbatu Utara terpapar polusi asap dengan ketebalan bervariasi. Secara geografis, daerah kawasan Pantai Timur Sumatera ini juga bersebelahan dengan Provinsi Riau dekat dengan perairan Selatan Malaka.

Kabut asap diduga dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau mulai memasuki langit Sumatera Utara. Beberapa hari sebelumnya, kabut asap terlihat telah menutupi langit pesisir timur Sumut.

Laporan dihimpun dari lapangan, kabut asap sudah tiba di Sumut sejak Kamis (12/9/2019) lalu. Daerah yang terpapar berada di pesisir timur, seperti Kota Padangsidimpuan, Tapanuli Selatan, dan Labuhanbatu. Saat itu, kabut relatif masih tipis. Namun semakin hari ketebalan kabut asap semakin memburuk.

Rabu (18/9/2019) kemarin, kabut telah menyebar ke Tebingtinggi, Deliserdang, hingga ke Kota Medan. Balai Besar Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan menyebutkan, Kota Medan terdampak kabut asap sejak pagi hingga sore. Cuaca terlihat seperti mendung. Tak hanya Medan, Deliserdang juga terdampak.

Kepala BBMKG Wilayah I Medan, Edison Kurniawan, menyampaikan, saat ini memang terdapat 6 titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera Utara (Sumut). Berdasarkan pantauan satelit Terra dan Aqua, keenam titik panas ini dengan tingkat kepercayaan di atas 50 persen di daerah Asahan, Humbahas, Paluta dan Labuhanbatu.

“Pola angin di Sumatera Utara bertiup dari arah tenggara hingga barat daya. Mengakibatkan wilayah Kota Medan dan Deliserdang terdampak asap dari 4 daerah tersebut,” jelasnya.

Dari pengamatan yang dilakukan, saat ini kelembaban udara cukup tinggi (RH 80%) dan suhu 27°C. “Hal ini mengindikasikan adanya kabut akan bertahan pada pagi hingga siang hari, karena hujan diperkirakan akan terjadi pada malam hingga dini hari,” jelasnya.

Namun begitu, menurut Edison, jarak pandang saat ini masih tergolong aman bagi penerbangan. Tercatat di Bandara Kualanamu dan Aek Godang jarak pandang sejauh 3 km. Sedangkan di Bandara FL Tobing Sibolga dan Binaka Nias masih diatas 10 km. “Tapi untuk wilayah Sumatera Utara masih aman,” tandasnya.

Disebutkan Edison, dari pengamatan yang dilakukan pihaknya kelembaban udara cukup tinggi dengan RH 80 persen dan jarak pandang ada pada 7 km pada pukul 13.00 WIB. Sedangkan, suhu udara sekitar 27 derajat celsius.

Namun, adanya kabut tersebut tidak bertahan lama karena diprediksi hujan akan terjadi pada malam hingga dini hari. “Kota Medan dan sekitarnya diprediksi akan terjadi hujan pada malam hari. Untuk jarak pandang masih kategori aman, termasuk bagi penerbangan di wilayah Sumut,” tukasnya. (SP/rah)

iklan usi