News

Kurir Sabu Ditembak, 43 Pil Ekstasi Diamankan

FaseBerita.ID – Satuan Reserse Narkoba Polres Asahan meringkus Juanda Marpaung (28) seorang kurir narkoba jenis sabu di Kecamatan Hesa Air Genting, Kabupaten Asahan, Minggu (12/5). Namun tersangka terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas di bagian kakinya, karena berusaha melarikan diri saat hendak ditangkap.

Selain kurir sabu, di tempat yang berbeda, polisi juga mengamankan Zulkarnain Sinambela (34) warga Desa Sei Apung, Kecamatan Tanjung Balai, Kabupaten Asahan. Zulkarnain ditangkap petugas di Desa Bendang, Kecamatan Air Joman saat hendak menjual Pil Ektasi sebanyak 43 butir.

Informasi dihimpun wartawan, awalnya, Juanda Marpaung, warga Kelurahan Bunga Tanjung, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjung Balai diringkus saat dia hendak mengantar sabu yang dipasok dari Kubuh Riau ke Kota Kisaran. Dia dijanjikan akan diberi upah senilai Rp15 juta.

Juanda diamankan dari lokasi SPBU Jalinsum, Desa Hessa Air Genting, Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan, Minggu (12/5) sekitar pukul 04.00 WIB.

Saat penangkapan, teman Juanda berhasil melarikan diri. Namun saat ini tetap menjadi pencarian petugas.

Juanda juga sempat berupaya melarikan diri sehingga petugas memberikan tembakan peringatan. Namun peringatan tersebut tak diindahkan tersangka dan tetap berusaha melarikan diri. Oleh petugas mengambil tindakan tegas dan menembak kaki Juanda.

Hal itu dibenarkan Kapolres Asahan AKBP Faisal F Napitupulu SIK didampingi Wakapolres Asahan Kompol M Taufiq dan Kasat Narkoba AKP Antony Tarigan pada saat konfrensi pers di Aula Polres Asahan, Senin (13/5).

“Tersangka diamankan berkat informasi dari masyarakat. Katanya ada orang yang bawa sabu dari Riau ke Kisaran,” jelas AKBP Faisal F Napitupulu.

Selanjutnya petugas melakukan penyelidikan.

Ternyata benar. Dari janda polisi ini mengamankan barang bukti berupa satu bungkusan kertas kado berisi serbuk kristal yang diduga sabu-sabu, handphone dan 1 unit mobil Toyota Avanza yang digunakan pelaku untuk membawa sabu.

“Sementara seorang temannya melarikan diri dan saat ini masih kita kejar,” kata Faisal.

Berdasarkan pengakuan tersangka, sabu tersebut dibawa dari Simpang Kubu Balam Riau dengan tujuan kota Kisaran, atas pesanan seorang pria berinisial KW alias SM, dengan iming-iming upah Rp15 juta.

Kemudian polisi juga meringkus seorang tersangka bernama Zulkarnain Sinambela. Zulkarnain ditangkap di Desa Bendang Kecamatan Air Joman Kabupaten Asahan, Sabtu (11/5) lalu, saat akan menjual narkotika jenis pil ekstasi. Dari tersangka disita 1 plastik klip besar yang berisi pil ekstasi sebanyak 43 butir.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kedua tersangka akan dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Tas Berisi Sabu Diamankan

Di hari yang sama, Mantan Kasubid III Jatanras Polda Sumut mengatakan, pihaknya juga mengamankan satu tas yang dicurigai berisi sabu. berdasarkan informasi dari masyarakat Jalan Durian, Kelurahan Kisaran Naga, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, Minggu (12/5), katanya ada satu tas mencurigakan ditemukan di belakang rumah salah seorang bernama Johan Matondang.

Petugas kemudian mendatangi lokasi didampingi kepala lingkungan dan warga. Selanjutnya memeriksa isi tas.

“Di dalam tas kita menemukan 9 bungkus kertas dimana masing-masing bungkusan berisi 10 plastik klip besar yang diduga berisi sabu. Tiga bungkusan kertas dimana setiap bungkusnya berisi satu plastik klip besar diduga berisi sabu, dan satu bungkusan plastik berisi timbangan elektrik. Untuk kasus ini masih kita lakukan penyelidikan untuk mengetahui siapa pemilik barang haram tersebut,” papar Faisal.

Orang nomor satu di Polres Asahan ini mengimbau dan mengajak masyarakat agar bersama-sama menjaga pergaulan anak-anak dari bahaya narkotika.

“Kami komit memberantas narkotika dan kejahatan lainnya di Kabupaten Asahan. Jangan takut memberikan informasi terkait peredaran narkotika di Kabupaten Asahan. Mari sama-sama kita berantas peredaran narkotika di Kabupaten Asahan,” tutur Faisal. (Bay/des)