News

Kualitas Tambal Sulam Jalinsum di Sibolga Disorot, APH Diminta Awasi Pengerjaan

SIBOLGA, FaseBerita.ID– Sejumlah ruas jalan lintas Sumatera saat ini sedang dalam pengerjaan perbaikan. Salah satunya jalan Sibolga-Barus dan Jalan Rampah-Poriaha Tapanuli Tengah.

Untuk menutup badan jalan yang berlubang, dilakukan perbaikan dengan sistem tambal sulam. Dengan harapan, pengguna jalan nyaman saat melintas.

Namun sayang, menurut beberapa pengendara, tambal sulam yang dikerjakan malah tidak memberi rasa nyaman. Bahkan menurut mereka, kondisinya tidak jauh beda dengan pada saat sebelum diperbaiki.

“Diperbaiki pun sama saja, gak nyaman kita lewat. Ada yang ketinggian, ada juga yang keriting. Seperti di daerah pintu angin ini, coba aja lihat bagaimana kualitas tambal sulam yang sudah dikerjakan itu,” kata Erwin, seorang pengendara sepedamotor, Minggu (23/5).

Selain itu, di beberapa titik, aspal tambal sulam yang baru selesai dikerjakan, telah rusak. Seperti di jalan Rampah-Poriaha. Diduga, kondisi tersebut akibat kualitas aspal yang tidak sesuai dengan kelas jalan.

“Baru siap dikerjakan ini, tapi sudah rusak lagi. Gak tahu gimana mereka mengerjakan jalan ini, cepat-cepat kali rusak,” kata pria yang mengaku sebagai warga sekitar jalan Rampah-Poriaha.

Menanggapi hal tersebut, Ketua LSM Front Organisasi Akurat Lembaga Independent (FOAL) Imran Steven Pasaribu mengaku sangat menyayangkan buruknya kualitas tambal sulam yang dikerjakan oleh Satuan Kerja (Satker) PPK 31.

Padahal, besaran uang negara yang digunakan untuk perbaikan jalan tersebut mencapai miliaran rupiah. “Sangat disayangkan, kualitasnya seperti itu. Kalau begini hasilnya, sama dengan menghambur-hamburkan uang negara saja. Orang tetap gak nyaman berkendara,” kata Steven.

Sebagai kontrol sosial, pria berkumis tebal ini meminta aparat penegak hukum agar mengawasi proyek negara tersebut.

Selain itu, Steven berjanji akan segera menyurati pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Kepada aparat penegak hukum, diminta agar mengawasi pekerjaan tambal sulam ini. Jangan sampai uang negara masuk kantong pribadi. Bisa diperiksa kualitas aspalnya, apakah sudah sesuai dengan kontrak kerja. Kita juga akan surati pihak Kementerian. Bila perlu, yang dikerjakan sekarang harus dibongkar dan dikerjakan ulang,” ketusnya.

Sementara, belum diperoleh keterangan dari pihak Satker PPK 31 terkait pengerjaan tambal sulam tersebut. Karena menurut informasi yang diperoleh, kantor yang sebelumnya berada di daerah Kelurahan Simare-mare telah pindah.

Tak hanya itu, sejumlah pejabat dan staf di kantor tersebutpun telah dirotasi. Termasuk Kepala Satker PPK 31, yang kini ditempati pejabat baru.(ts/fabe)

USI