News

KPU Tapteng Gelar Simulasi dan Bimtek Pemungutan serta Perhitungan Suara

TAPTENG, FaseBerita.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tapanuli Tengah (Tapteng) melalui Panitia Pemilihan Kecatan (PPK) Sibabangun, melaksanakan simulasi dan bimbingan teknis pemungutan dan perhitungan suara Pemilu serentak tahun 2019.

Sebanyak 200 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang akan ditempatkan di 50 TPS yang tersebar di Kecamatan Sibabangun mengikuti bimbingan teknis (bimtek) di aula pertemuan Kecamatan Sibabangun, Kamis (12/4).

Bimtek dan simulasi diawali dengan pengarahan yang disampaikan oleh Ketua PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) Sibabangun, Hotlan Panggabean. Pengarahan yang disampaikan terkait dengan tahapan pemungutan dan perhitungan suara di TPS.

Hotlan mengatakan, Bimtek dan simulasi digelar untuk memberikan pemahaman terkait proses pemungutan suara, untuk dapat meminimalisir kesalahan saat Pemilu nanti. Diharapkan, dengan pelaksanaan Bimtek dan simulasi, seluruh KPPS mengerti tugas dan fungsi saat pelaksanaan pemungutan dan perhitungan suara nantinya.

Hotlan juga memberikan beberapa penekanan kepada petugas PPS dan KPPS dalam pelaksanaan Pemilu tanggal 17 April 2019 mendatang. Terutama dalam tugas pokoknya sebagai penyelenggara Pemilu. Dengan adanya simulasi diharapkan semua anggota KPPS bertambah pemahamannya, terutama tentang bagaimana mengisi formulir catatan surat suara. Juga agar bisa memahami kemungkinan adanya permasalahan ketika hari penghitungan suara.

“Jalankan tugas dan taati aturan yang berlaku, bersikap netral tidak boleh memihak ke salah satu calon agar tidak terjadi permasalahan,” jelasnya.

Pantauan di lokasi, ratusan petugas KPPS mengikuti tahapan simulasi dengan antusias. Kegiatan simulasi diawali dengan pembagian contoh formulir catatan hasil penghitungan suara yang terdiri dari lima jenis, yakni catatan hasil penghitungan suara untuk pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden, calon anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD kabupaten/kota.

Pengisian formulir model C-1 berbentuk plano menjadi tahap akhir dari kegiatan simulasi. Secara bergantian  KPPS mengisi masing-masing plano. Walau terdapat beberapa kesalahan dalam pengisian, Hotlan menegaskan jika kesalahan tersebut merupakan test case kepada para peserta.

“Sebagai bagian dari latihan sebuah kewajaran jika ditemukan beberapa kesalahan.  Ini yang harus kita perbaiki agar nantinya tidak lagi terulang,” pungkasnya. (ztm/osi)

iklan usi