News

KPPBC TMP C Teluk Nibung Dinilai Tidak Transparan Soal Barang Sitaan

TANJUNGBALAI, FaseBerita.ID– KPPBC TMP C Teluk Nibung Kota Tanjungbalai dinilai tidak transparan terkait dalam hal barang bukti hasil tangkapan yang disita. Sehingga barang-barang hasil tangkapan itu tersebut dipertakanyakan kemana perginya.

“Sampai saat ini belum ada diketahui KPPBC TMP C Teluk Nibung melakukan pemusnahan terhadap barang tangkapan yang disita dari sejak tahun 2020 sampai sekarang,” demikian dikatakan salah seorang tokoh masyarakat Kota Tanjungbalai D.Sinambela kepada wartawan Senin (31/5/2021).

D Sinambela yang juga selaku sekretaris DPD LSM PK-APPD (pemantau kinerja aparatur pemerintah pusat dan daerah) Tanjungbalai ini mengatakan, KPPBC TMP C Teluk Nibung diketahui pada tanggal 26 November 2020 yang lalu melakukan penegahan (penangkapan)  terhadap kapal motor KM Sunly Jaya.

Adapun barang yang ditegah yaitu berupa, 8 kotak kosmetik, 1 kotak kosmetik dan obat-obatan, 1 kotak obat-obatan, 3 kotak produk tekstil, 1 kotak pakaian bekas, 1 kotak kulit jok mobil, 1 kotak minuman multivitamin, 3 kotak MMEA yang terdiri dari 95 botol Origin Bitters @ 100 ml kandungan alkohol 30% dan 24 botol @ 750 ml kandungan alkohol 40% merk Benedictine DOM.

“Pada Tanggal 16 Desember 2020 dalam Operasi Gempur Bea Cukai Teluk Nibung berhasil menegah 180 botol MMEA Gol.C tanpa dilekati pita cukai dengan modus pengiriman paket yang diduga MMEA ilegal melalui ekspedisi barang. Operasi Gempur kali ini dilakukan di Kisaran, Kabupaten Asahan,” ujarnya.

“Adapun barang bukti yang ditegah berupa MMEA Gol. C eks impor tanpa dilekati pita cukai tersebut, yakni berupa 72 botol merek Grand Macnish 750ml kadar alkohol 40% product of Scotland,108 botol merek Regent 70cl (700ml) kadar alkohol 40% product of Scotland,” cetus D Sinambela.

Disebutkannya lagi, pada tanggal (3/3/2021),Bea Cukai Teluk Nibung Tanjungbalai juga ada mengamankan tiga truk kontainer berisi ratusan Ballpress. Yang diamankan saat melintas di jalan lintas Sumatera, tepatnya di Air Batu Kabupaten Asahan.

Selain Ballpress, di dalam truk juga terdapat ratusan kotak berisikan barang-barang dari luar negeri. Ketiga truk itu langsung digiring ke tempat penimbunan pabean (TPP) BC Teluk Nibung untuk diproses lebih lanjut. “Tetapi sampai saat ini keberadaan barang-barang hasil tegahan tersebut tidak diketahui,apakah sudah dimusnahkan atau belum. Dan juga status hukumnya tidak jelas,” pungkas D Sinambela.

Sementara itu Humas KPPBC TMP C Teluk Nibung Kota Tanjungbalai, Hisar saat dikonfirmasi wartawan Senin (31/5/2021) melalui telepon selular WhatsAppnya menjelaskan, pada intinya semua barang tangkapan BC pasti dimusnahkan.

“Semua sedang dalam proses pengajuan untuk dimusnahkan. Yang pasti, yang duluan ditangkap pasti akan dimusnahkan duluan, kalau dokumennya sudah lengkap,” ujarnya.(vino/fabe)