News

Kota Siantar 150 Tahun, Nama Jalan akan Ditulis Dalam Aksara Simalungun

SIANTAR, FaseBerita.ID– Sidang paripurna istimewa DPRD peringatan hari jadi Kota Pematangsiantar ke-150 tahun digelar, Sabtu(24 /4 ) di gedung DPRD Kota Pematangsiantar.

Walikota Siantar Dr Hefriansyah dalam sambutannya mengucapkan selamat dan sukses untuk warga Kota Siantar pada peringatan hari jadi yang ke-150 tahun ini. 150 tahun yang lalu, 24 April lahir Raja Sangnawaluh Damanik yang menjadi pendiri kota Pematangsiantar.

Seiring perjalanan panjang yang telah dilalui selama 150 tahun, Siantar tentunya mengalami banyak perubahan-perubahan, baik secara fisik maupun sosial, ekonomi dan budaya kita menyadari bersama bahwa masyarakat kota pematangsiantar menaruh harapan besar bagi kita sekalian sebagai penyelenggara pemerintahan agar kota Pematangsiantar kita ini senantiasa mengalami perubahan-perubahan kearah yang lebih baik.

Oleh karena itu, mari saling bersinergi dan bekerjasama dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada masyarakat kota pematangsianar sebagaimana motto Sapangambei Manoktok Hitei demi mewujudkan kota Pematangsiantar semakin mantap, maju dan jaya.

Sebagai kota yang majemuk dan dihuni oleh berbagai suku, etnis dan agama, tetap menjunjung tinggi nilai nilai toleransi. Kebersamaan dan gotong royong tentu harus tetap dipupuk di kota Pematangsiantar. Namun tentunya harus merawat dan melestarikan budaya lokal yang ada di tanoh habonaron do bona.

“Pada kesempatan yang berbahagia ini kami mengusulkan agar segera adanya ketentuan pemakaian gotong horja pada hari kerja tertentu di lingkungan pemerintah kota Pematangsiantar dan diharapkan dapat diterapkan di semua instansi/lembaga pemerintah yang ada di kota Pematangsiantar. Kami juga mengusulkan pemutakhiran plank nama jalan di kota Pematangsiantar dengan mencantumkan aksara Simalungun,”katanya.

Menurut Hefriansyah, usulan ini tentunya membutuhkan pengkajian serta masukan dan saran dari berbagai pihak untuk merumuskannya terutama kepada pemangku adat Simalungun yang ada di kota Pematangsiantar.

“Semoga dengan peringatan hari bersejarah ini menjadi momentum bagi kita untuk melakukan evaluasi terhadap apa yang telah kita lakukan dan bagi kota kita ini. Sehingga melahirkan momentum perubahan, bukan saja demi kepentingan pribadi ,keluarga dan masyarakat tetapi juga bagi nilai-nilai budaya dan kemanusiaan. Mari kita berubah menjadi lebih baik dan menjadi yang terbaik yang insya allah akan menghantarkan kita ke kota yang lebih bermartabat,”pungkasnya.

Sementara Ketua DPRD Kota Siantar Timbul Marganda Lingga SH dalam sambutannya menyampaikan, hari jadi kota Pematangsiantar diperingati sebagai bentuk ungkapan syukur atas dinamika perjalanan pembangunan sejak terbentuknya kota Pematangsiantar hingga saat ini.

“Pada momentum ini izinkanlah saya atas nama segenap anggota DPRD kota pemtangsiantar menyampaikan selamat hari jadi kota Pematangsiantar yang ke-150 tahun yang jatuh pada tanggal 24 April 2021 yang disesuaikan dengan hari lahirnya Raja Sangnaualuh Damanik yaitu pada tanggal 24 April 1871. Terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para pejuang, perintis, dan pendiri pemerintah kota Pematangsiantar yang telah memberi kontribusi nyata dalam pencapaian kemajuan pembangunan di kota Siantar,” kata Timbul Lingga.

Sebagai kota yang telah berusia 150 tahun, lanjut Timbul, Siantar telah menapaki perjalanan sejarah yang cukup panjang dalam bidang pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan masyarakat. Timbul mengajak seluruh komponen masyarakat khususnya yang hadir pada saat ini untuk menjadikan hari jadi kota Pematangsiantar sebagai sarana intropeksi terhadap apa yang telah dan akan dilakukan demi kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat kota pematangsiantar. Hal ini tidak mudah untuk diwujudkan, akan tetapi dengan dilandasi rasa saling memiliki, komitmen yang sungguh-sungguh dan semangat kebersamaan untuk memajukan kota pematangsiantar secara bertahap dapat diwujudkan.

“Kita tidak boleh lupa, bahwa Raja Sangnaualuh Damanik merupakan pemimpin kota Pematangsiantar yang berjuang dalam pergerakan Kemerdekaan Republik Indonesia. Beliau juga mewariskan sifat dan karakter yang harus kita pegang yaitu pengasih, pelayan, jujur, berani, bertanggungjawab, teguh pendirian, saling menghormati dan membangun,” kata Timbul.

“Hal ini tentunya menjadi warisan dan pedoman hidup bagi kita seluruh masyarakat kota pematangsiantar sehingga kita memiliki rasa cinta dan rasa memiliki yang termanifestasi dan terwujud dalam kalbu dan sikap setiap pribadi kita semua khususnya para pemimpin kota pematangsiantar. Jika para pemimpin saling bermufakat untuk muslihat, para penerus saling bersetuju dan bersungguh-sungguh memberikan keadilan kepada rakyat, lalu kemudian rakyat mendukung serta memberikan kesetiaannya kepada pemimpin, maka kota Pematangsiantar akan memperoleh berkah,” katanya.

Politisi PDIP ini mengajak masyarakat Siantar untuk memperat persatuan, bahu membahu membangun harapan menjadi kenyataan.

“Semoga hari jadi ini dapat kita maknai sebagai mata rantai sejarah yang bernilai untuk menapaki dan menatap masa depan kota pematangsiantar yang lebih baik dan memicu semangat berkarya melalui komitmen dan cita-cita yang akan dicapai pada masa mendatang. Hal ini tentunya sesuai dengan filosofi ataupun spiritualitas kita masyarakat kota pematangsiantar yaitu sapangambei manoktok hitei,”katanya.

“Kami juga tidak lupa memberikan apresiasi kepada pemerintah kota Pematangsiantar di bawah kepemimpinan walikota dan wakil walikota pematangsiantar saudara Hefriansyah dan saudara Togar Sitorus yang telah mendedikasikan diri untuk kota Pematangsiantar yang kita cintai ini. Karena itu kepada walikota dan wakil walikota untuk lebih konsekuen dan bertanggung jawab atas kinerja yang dilaksanakan untuk meraih prestasi yang lebih baik di masa mendatang dengan meningkatkan kinerja, kebersamaan, kekompakan dan sinergitas dalam penyelenggaraan pemerintahan baik dengan masyarakat maupun swasta. Hal tersebut telah menjadi komitmen dan tanggungjawab dalam pembangunan,” katanya. (rel/fabe)