News

Korban Jambret Tidak Ditanggung BPJS dan Jasa Raharja

SIANTAR, FaseBerita.ID – Pihak keluarga Tiara Floris Sibarani (17) merasa kecewa terhadap RS Vita Insani Pematangsiantar lantaran biaya perobatan Tiara tidak bisa diklaim oleh BPJS Kesehatan dan Jasaraharja.

Kekecewaan itu disampaikan Mainar Batubara yang merupakan ibu Tiara saat hendak mau membawa pulang Tiara dari rumah sakit. Tagihan untuk biaya perobatan Tiara sudah mencapai Rp7 juta lebih selama Tiara dirawat sejak tanggal 21 Mei.

Saat dipertanyakan kepada pihak rumah sakit, Humas RS Vita Insani Trisno Munthe menjelaskan, bukan pihak rumah sakit yang tidak mau mengklaim, melainkan dari pihak BPJS Kesehatan itu sendiri. Sebab menurut laporan dokter bahwa pasien tersebut merupakan korban jambret (korban kriminal).

‘Lantaran pihak BPJS Kesehatan tidak mengklaim, maka pihak rumah sakit terpaksa membuat biaya untuk pasien umum. Intinya kami pihak rumah sakit hanya mengikuti aturan dari pihak BPJS Kesehatan,” terang Trisno.

“Jika mereka menyebutkan bisa klaim, maka kami akan ikuti. Masalahnya, pasien ini adalah korban kriminal, sehingga tidak bisa diklaim pihak BPJS Kesehatan,” tambah Trisno.

Selain BPJS Kesehatan, pihak Jasaraharja disebutkan tidak bisa melakukan klaim biaya perobatan terhadap Tiara, lantaran dalam laporan polisi kepada pihak Jasaraharja bahwa kendaraan yang ditumpangi Tiara adalah kasus laka tunggal. Sehingga jika laka tunggal biaya perobatan tidak bisa diklaim oleh pihak Jasaraharja.

Mendengar penjelasan dari pihak RS Vita Insani, pihak keluarga baru memahami. Mereka mengatakan akan bermohon kepada pihak BPJS Kesehatan supaya biaya perobatan Tiara dapat ditanggung BPJS Kesehatan.

Mainar Batubara menambahkan kepada media ini, sebenarnya ia ingin membawa anaknya itu pulang ke rumah dan berobat jalan, namun lantaran dokternya masih di luar kota, niat untuk membawa putrinya terpaksa ditunda.

Sebagaimana diketahui, Tiara Sibarani mengalami luka-luka setelah terjatuh dari sepedamotor ketika dibonceng oleh abangnya bernama Paulo Sibarani di Jalan Persatuan pada Selasa (21/5) pagi.

Mereka terjatuh lantaran sepedamotor mereka ditendang pelaku jambret.

Tiara bersama abangnya berangkat dari rumah mengendarai sepedamotor saat mau berangkat ke SMAN 2 Pematangsiantar. Namun diperjalanan, HP milik Paulo dikantongnya dijambret dua pria. Sadar dijambret, Paulo langsung mengejar pelaku. Saat aksi kejar-kejaran, pelaku menendang sepedamotor Paulo hingga mereka terjatuh.

Pelaku yang sedang melarikan diri berhasil ditangkap warga dan diserahkan ke polisi. Sedangkan Tiara adik Paulo mengalami luka-luka dan selanjutnya dibawa ke RS Vita Insani Pematangsiantar. (mag03/pra)