News

Komoditi Ekspor, Pisang Emas Berpeluang Dikembangkan di Simalungun

LAMPUNG, FaseBerita.ID -Bupati Simalungun, Radiapoh Hasiholan Sinaga (RHS) menyebutkan pisang emas berpeluang untuk dikembangkan di Simalungun. Selain rasanya cukup enak, pisang ini berpeluang untuk diekspor. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri FGD Evaluasi Pengembangan Hortikultura Berorientasi Ekspor didampingi Kepala Dinas Pertanian Ruslan Sitepu  di Hotel Novotel Lampung Jalan Gatot Subroto, Lampung, Jumat (1/10/2021).

Kehadiran RHS dalam memenuhi undangan Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agrbisnis Kemenko Bidang Perekonomian dengan agenda pelepasan ekspor perdana pisang mas untuk tujuan Singapura, dan penyerahan 10 ekor sapi dalam rangka pengembangan model integrasi budidaya pisang dan ternak sapi di Koperasi Tani Hijau Makmur Jalan Margodadi, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Tanggamus, Kamis (30/9/2021).

“Saya menyimpulkan sangat penting untuk menghadiri undangan tersebut, karena berkaitan dengan pengembangan kawasan hortikultura berorientasi ekspor. Hal itu untuk mengetahui sejauhmana proses dan pengembangan pisang mas dapat dilakukan di Simalungun,” kata Radiapoh Sinaga.

Menurutnya, kehadiran Pemkab Simalungun di acara tersebut, menindaklanjuti kunjungan pihak Asdep Kementan yang sudah pernah datang ke Simalungun.

“Mereka sudah melihat struktur tanah dan DPL cukup bagus. Mereka sangat tertarik dan segera akan membuat demplot di Simalungun yang akan direncanakan adalah pisang emas. Saya sudah usulkan dan segera akan dikucurkan langsung kepada petani. Pada prinsipnya pihat deputi cukup respon terhadap Simalungun,” kata Bupati.

Pada kesempatan tersebut, Bupati meninjau pengembangan pisang emas kualitas ekspor yang dikelola Koperasi Tani Hijau Makmur Jalan Margodadi, Kecamatan Sumberrejo.

“Saya sudah melihat bagaimana proses pengembangan pisang emas hingga kemasan siap ekspor. Jika dilihat kondisi lahan pertanian kita di Kabupaten Simalungun, sangat peluang untuk mengembangkan pisang emas dengan skala ekspor. Lahan untuk itu sangat cukup, dan petani juga dapat diberdayakan,” kata RHS.(rel/fabe)