News

Komnas PA: Ungkap Tabir Kematian Siswi SMK

FaseBerita.ID – Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait mengecam dan prihatin atas kasus peristiwa penghilangan secara paksa hak hidup seorang siswi SMK Swasta Karya, Kristina Gultom di Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara.

Ia mengatakan, kejahatan itu merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime) serta mendesak Polres Tapanuli Utara segera mengungkap tabir kematian korban dan memastikan siapa pelakunya.

“Sebagaimana ketentuan UU RI Nomor 17 Tahun 2016 mengenai penerapan Peraturan Pengganti Undang-undang (Perpu) Nomor 01 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, tersangka dapat diancam dengan pidana pokok minimal 10 tahun penjara dan maksimal 20 tahun. Dan jika ditemukan terbukti melanggar pasal 340 KUHPidana, maka Polres Tapanuli Utara dapat menjerat pelaku dengan perencanaan pembunuhan dengan ancaman hukuman seumur hidup, bahkan hukuman mati,” ungkap Aris Merdeka Sirait menjawab koran ini.

Sesuai Informasi yang diperolehnya, Kristina Gultom, siswi SMK Swasta Karya Tarutung diduga menjadi korban pembunuhan dan perkosaan setelah jasadnya ditemukan dalam posisi telungkup tanpa busana di areal perladangan di Dusun Panggan Hutapea Banuarea, Kecamatan Tarutung, Senin (5/8) lalu. “Saya percaya atas komitmen, kerja keras dan kemampuan Polres Taput untuk segera mengungkap tabir kematian Kristian Gultom,” terang Arist.

Ditegaskannya, Komnas Perlindungan Anak menaruh dukungan penuh untuk pengungkapan kasus ini. Dalam waktu yang tidak begitu lama, Komnas Perlindungan Anak akan menerjunkan tim investigasi cepat ke Tarutung sekaligus berkoordinasi dengan polres Tapanuli Utara. (mis)