News

Komisi II DPRD Siantar Dukung Regrouping SD

FaseBerita.ID – Rencana regrouping sekolah dasar (SD) di Kota Pematangsiantar mendapat respon dari DPRD Kota Pematangsiantar. Anggota DPRD Komisi II yang menangani bidang pendidikan, Frans Herbert Siahaan mengaku mendukung rencana tersebut.

Ditemui di Kantor DPRD, Kamis (26/11), Politisi Partai Nasdem mengatakan, dukungan regrouping SD karena saat ini SD negeri kekurangan siswa. Sehingga kalau digabung dua atau tiga sekolah menjadi satu sekolah, siswanya masih dalam batasan normal. Bahkan pihaknya mendapatkan ada beberapa sekolah hanya belasan muridnya dalam satu kelas. Sementara masalah klasik saat ini, sekolah kekurangan guru negeri. Namun beberapa sekolah malah guru mencukupi, tetapi siswanya minim.

“Dengan regrouping itu akan memaksimalkan fungsi satu sekolah. Siswanya digabung, gurunya juga digabung. Sehingga terjadi efesiensi dan efektifitas,” kata Frans Herbert.

Baca juga: 116 SD di Siantar Diregrouping jadi 75

Dijelaskan Frans, rencana ini perlu dimatangkan dan dibahas secara detail. Tujuannya bagus, DPRD tentunya sangat mendukung.

Hal senada disampaikan Metro Hutagaol, anggota Komisi II DPRD Kota Siantar. Pasalnya ada fenomena SD Negeri di Kota Siantar kurang diminati masyarakat, banyak orangtua lebih memilih ke sekolah swasta.

“Regrouping perlu segera dilaksanakan, terutama sekolah yang berada satu komplek. Contoh ada dalam satu komleks sekolah ada empat sekolah karena kekurangan guru dan siswa dalam sekolah itu diambilah kebijakan untuk menyatukan sekolah biar sekolah lebih efesien belajar dan tak mubajir,” kata Politisi Partai Demokrat ini.

Metro juga mengusulkan merubah nama sekolah sekarang yang terdiri dari beberapa angka, disederhanakan dengan memulai angka 1.

“Intinya kita mendukung dan itu segera dilakukan sebab itu sudah dianggarkan dalam bentuk kajian,” terang Metro Hutagaol. (ros/esa)

USI