News

Klik Serentak Pilkada Madina, KPU: Data yang Kami Teliti Milik Pemerintah

FaseBerita.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melakukan gerakan klik serentak dalam rangka pelaksanaan pencocokan dan penelitian Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Madina tahun 2020 yang berlangsung di aula KPU Madina jalan Merdeka Kelurahan Kayu Jati, Panyabungan, Rabu (15/7).

Hadir Ketua KPU Madina Fadillah Syarif beserta jajaran dan komisioner, Ketua Bawaslu diwakili komisioner, Maklum Pelawi.

Kemudian Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution diwakili Sekretaris Daerah Gozali Pulungan, Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis, Kepala Dinas Kependudukan dan catatan sipil Madina Ridwan Nasution, serta pimpinan partai politik se Kabupaten Madina.

Ketua KPU Madina Fadillah Syarif mengatakan kegiatan pemutakhiran melalui pencocokan penelitian ini dilaksanakan serentak se Indonesia. Dan, Syarif menyebut data yang mereka teliti itu adalah Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) yang diberikan pemerintah ke KPU. Jumlah data pemilih yang ada di DP4 sebanyak 386.247 yang ada di 1.006 TPS.

“Perlu kami sampaikan bahwa pemutakhiran data ini KPU sifatnya adalah pengguna data, pemilik data adalah pemerintah. Kita menggunakan data dari dinas kependudukan yang disampaikan ke Kemendagri ke KPU RI, lalu dilakukan pencermatan selanjutnya keluarlah DP4. Inilah yg disampaikan Kemendagri ke KPU RI. Dan dari KPU RI ke KPU Madina. Dan data inilah yang akan kita coklit (pencocokan dan penelitian) dimulai tanggal 15 Juli sampai 13 Agustus.

“Dan hasil coklit inilah akan lahir nanti Daftar Pemilih Sementara, itulah proses pemutakhiran data,” terang Syarif.

Komisioner Bawaslu Madina Maklum Pelawi menyampaikan tahapan coklit ini salah satu cara KPU untuk mempermudah mengetahui masyarakat terdaftar sebagai pemilih.

“Proses coklit ini bagaimana masyarakat punya kesempatan mengetahui secara langsung. Kami siap mengawasi kegiatan tersebut. Dan Bawaslu Madina tetap mengawal agar hak pilih masyarakat bisa terlindungi. Semua yang punya hak pilh betul terdaftar dan yg tidak punya hak pilih betul terhapus dari daftar itu, tujuannya agar Pilkada tahun ini lebih berkualitas dan berintegritas,” kata Pelawi. (wan)