News

Kisah Dua Santriwati yang Tewas Disambar Petir

Ambil Bambu, Niat Bikin Kandang Kebun

PALAS, FaseBerita.ID – Kepergian dua santriwati Darul Ilmi Desa Batu Gaja Kecamatan Sosa yang tewas disambar petir menyisakan duka bagi teman satu sekolahnya.

Bahkan, peristiwa naas itu membuat rekan korban masih trauma hingga sekarang. Mereka tidak menyangka hari itu merupakan pertemuan terakhir dengan korban.

Meski begitu, kepergian dua santriwati kelas 2 tingkat Tsanawiyah tersebut sudah diikhlaskan. Hingga dimakamkan di desa masing-masing, pihak ponpes juga turut melaksanakan Fardu Kifayah.

Peristiwa itu berawal dari niat mereka untuk menciptakan kebun sayur di lahan kosong tepatnya di samping asrama putri (Santriwati, red). Mereka berinisiatif, sebelum lahan itu ditanami sayuran, mereka sepakat untuk membuat kandang/ pagar keliling dengan menggunakan bambu, supaya tidak sembarang orang masuk ke dalam.

Namun naas, saat asyik mengambul bambu, para santriwati dikejutkan suara petir hingga menelan dua korban jiwa, empat dalam perawatan.

Saat kejadian, posisi korban memegang bambu yang basah karena turun gerimis. Ada juga yang memegang parang.

Para santriwati yang lain yang berteduh di pondok, tak jauh dari TKP sempat melihat sambaran seperti bola api. Seketika santriwati yang masih asyik mengambil bambu terpental dan langsung pingsan tergeletak.

“Langsung tergeletak di sini. Lalu kami bilang ke Ummi. “Ummi ada yang pingsan”. Kami angkat. Kami bawa ke pondok/sopo itu,” kata Nurhalimah Lubis, Nurfadilah Nasution, dan Sehat Roslan Siregar, saksi sekaligus teman korban yang ikut menunjukkan lokasi kejadian tersebut seiring menceritakan kronologis kejadian itu, Senin (26/8/2019).

H Agus Salim Nasution selaku pimpinan Ponpes Darul Ilmi di bawah asuhan yayasan Syeihk Muhammad Toyyib Nasution didampingi Direktur Ponpes Rahmat Kurnia, saat itu langsung sigap. Para korban dilarikan ke RSUD Sibuhuan.

Sayang, dua nyawa santriwati dinyatakan meninggal sesampainya di RSUD. Dua dirawat inap dan dua rawat jalan.
Dua korban meninggal dengan kondisi hitam lebam seperti terbakar. Baju dalam sobek, dan terbakar.

Baca juga: Dua Santriwati Tewas Disambar Petir

“Hari ini (kemarin, red) anak-anak yang dirawat sudah kembali ke rumah. Soal biaya administrasi Rumah Sakit, sudah kita tanggulangi. Begitu juga korban (meninggal) kita santuni dan kita tunaikan fardhu kifayahnya,” jelas Agus Salim yang juga pensiunan ASN Pemkab Palas itu.

Seperti biasa, proses belajar mengajar santri dan santriwati tetap berjalan normal. Hanya saja, santriwati dan jajaran pengurus pondok masih berkabung atas peristiwa ini.

Sementara Kepala BPBD Palas H M Hamka Harahap yang turun ke TKP mengimbau agar masyarakat tetap waspada. Terlebih menghindari cuaca ekstrim yang tiba-tiba berubah.

Tak dipungkiri, belakangan sering terjadi hujan lebat disertai angin kencang yang menyebabkan puting beliung. Masyarakat diharapkan sebisa mungkin untuk menghindarinya, serta tidak beraktifitas di area terbuka.

“Kami mengucapkan belasungkawa yang mendalam. Semoga kedua almarhumah ini Husnul Khotimah,” ujar Hamka. (tan)