News

King’s Jaya Domba Prima Farm Siapkan Domba Qurban Kualitas Ekspor

FaseBerita.ID – King’s Jaya Domba Prima Farm, satu-satunya peternakan domba kualitas ekspor di Nagori Silau Manik Kabupaten Simalungun, menyediakan domba yang sehat dan memenuhi syarat untuk qurban.

Sekitar 100 ekor domba jantan berbagai jenis hasil persilangan sesama domba lokal, dan domba pejantan Astralia.

Helmi Prama Nasution, pemilik peternakan King’s Jaya Domba Prima Farm di Nagori Silau Manik Kecamatan Siantar, mengatakan kebutuhan daging domba berkualitas dan sehat, terus meningkat. Sehingga diri sebagai peternak, terus berusaha agar ternak domba yang dikembangbiakkan tetap berkualitas.

“Selama ini kita tetap melayani permintaan untuk pasar lokal yakni untuk acara aqiqah. Pasar ekspor juga tujuan Singapura dan Malaysia. Namun untuk ekspor ini, kita bekerjasama dengan peternak daerah lain karena belum mampu memenuhi kuota sendirian,” kata Helmi Nasution, baru-baru ini.

Dijelaskan Helmi, bagi Umat Islam yang membutuhkan hewan qurban untuk Hari Raya Idul Adha mendatang, pihaknya menyiapkan sekitar 100 ekor domma jantan yang memenuhi syarat untuk dikurbankan.

Seluruh domba yang diternakkannya dalam kondisi sehat, karena secara rutin menjalani pemeriksaan kesehatan.

Peternakan King’s Jaya Domba Prima Farm, selain menjual domba, juga terbuka untuk bekerjasama dengan peternak lain dalam hal pengembangan peternakan, pembuatan pakan, pelatihan dan penyediaan bibit.

Di Dusun IV Nagori Silau Manik Kecamatan Siantar, Helmi Nasution mengembangkan peternakannya di atas lahan selitar1000 M2.

Lahan tersebut sudah berisi bangunan kandang, bangunan gudang pakan, bangunan pengolahan pakan dan rumah penjaga kandang.

“Peternakan tidak membutuhkan lahan luas, lahan sempit bisa dimaksimalkan. Kita siap bekerjasama dengan peternak yang ingin mengembangkan domba dengan sistim kereng dan pakan konsentrat,” kata Helmi.

Kebanyakan domba yang dikembangkan adalah jenis Hersheep, persilangan beberapa jenis domba lokal yang dikembangkan di Lolit Sei Putih.

Domba ini disebut juga Domba Komposit Sumatera Utara, berbulu halus.

Ada juga domba suffolk, domba bertubuh besar. Jenis merino, domba lokal dan persilangan dengan jantan domba wonosobo dan domba istimewa persilangan lokal dengan penjantan domba Australia.

Helmi membagi peternakannya menjadi beberapa bagian, diantaranya breeding (pembiakan) dan Fattening (penggemukan). Pembiakan meliputi perkawinan indukan dengan pejantan, perawatan indukan saat bunting dan pembesaran anak sebelum dipisah dari induknya.

Untuk indukan sehat, dapat melahirkan  3 kali dalam kurun waktu 2 tahun. Anak domba dapat dipisah dari induknya setelah berumur 3 bulan, selanjutnya langsung dapat dikawinkan kembali.

Pakan domba sistim kereng ini, harus memenuhi unsur yang dibutuhkan tubuh domba selama pertumbuhan.

Untuk memenuhi kebutuhan pakan yang tepat, Helmi mengolah sendiri pakan ternaknya dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah di dapat. Diantaranya; tongkol jagung, dedak, bungkil, jagung dan ditambahkan bio activator.

Seluruh bahan diolah serta dicincang demikian halus dan dicampur dengan menggunakan mesin pencampur yang tersedia di lokasi. Waktu pemberian makan harus disiplin dalam waktu dan takaran.

Helmi secara terbuka mengajak peternak di Simalungun untuk mengembangkan domba dengan pakan konsentrat, dan pihaknya siap menjadi mitra, terutama dalam pengadaan indukan, pengolahan pakan, dan perawatan.

Pasar yang banyak membutuhkan untuk kelas ekspor adalah Singapura dan Malayasia, namun dibutuhkan ternak yang berkualitas dan jumlah besar.

Untuk memudahkan calon pembeli dari berbagai daerah, dibuka juga Head Office King’s Jaya Domba Prima Farm di Jalan Mujahir 45 Kota Siantar atau menghubungi nomor handphone 0852 9647 2255. (esa)