News

Ketua PPNI: Yang Suntik Gisen Bukan Perawat!

SIBOLGA, FaseBerita.ID – Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) angkat bicara terkait kematian Gisen Rezeki Pratama Pasaribu, pasien Rumah Sakit Ferdinand Lumban Tobing. Melalui Ketua DPD PPNI Sibolga, Sahat Hutajulu, PPNI menolak dipersalahkan dalam insiden tersebut.

Karena menurutnya, yang menyuntik cairan tersebut melalui selang infus pasien bukanlah seorang perawat, melainkan petugas medis yang bernaung di organisasi kesehatan lainnya. Pernyataan tersebut disampaikan Sahat dalam keterangan persnya, Senin (24/6/2019).

“Saya menyanggah, bahwa bukan seorang perawat yang melakukan penyuntikan terhadap pasien meninggal atas nama Gisen, melainkan organisasi yang lain. Kalau memang benar tadi itu dia adalah seorang perawat, maka DPD PPNI Kota Sibolga akan memberikan bantuan hukum kepada yang bersangkutan. Tetapi setelah saya kroscek dengan ketua DPK, bahwa yang bersangkutan bukanlah salah seorang perawat,” kata Sahat.

Menurutnya, PPNI hanya ingin meluruskan informasi yang beredar di tengah-tengah masyarakat dan tidak ingin berita yang viral saat ini menjadi bahan ejekan kepada perawat. “Saya sudah berkordinasi dengan Ketua DPW PPNI Sumatera Utara terkait dengan adanya berita ini. Memang kejadiannya benar, tetapi tidak seperti yang disuarakan oleh keluarga pasien. Bahwasanya itu adalah seorang perawat,” katanya.

Pesannya kepada seluruh perawat yang tergabung dalam organisasi PPNI Kota Sibolga, bekerjalah dengan kewenangan yang ada. “Pesan ini tetap saya sampaikan kepada anggota PPNI Kota Sibolga. Karena terkadang banyak memang orang yang ahli, tetapi tidak punya wewenang melakukan hal tersebut. Jadi saya akan meluruskan berita yang sedang beredar ini, agar tidak mengarah ke mana-mana nantinya,” tegasnya.

Ditambahkannya, seorang Perawat harus bekerja secara profesional dengan mengedepankan etika Keperawatan.

“Saya berharap kepada seluruh perawat yang berada di Kota Sibolga dalam menangani pasien, agar tetap selalu ramah dan mengedepankan etika, yakni etika keperawatan yang telah melekat kepada kita yang dulu diambil sebagai sumpah dan janji,” pungkasnya.

Sebelumnya, Plt Direktur Rumah Sakit FL Tobing Sibolga dr Donna Pandiangan dalam keterangan persnya yang disampaikan Humas Rumah Sakit Elvino Kusuma Hakim Harahap menyebut bahwa yang menyuntikkan cairan tersebut ke infus pasien merupakan seorang perawat. Dan itu dilakukan sesuai SOP yang ada, yakni berdasarkan resep obat dokter yang menangani pasien. Pernyataan Ketua PPNI Sibolga tersebut sekaligus membantah pernyataan Kabag Humas Rumah Sakit FL Tobing Sibolga.

Namun, belum diperoleh tanggapan dari pihak rumah sakit terkait pernyataan Ketua PPNI Sibolga tersebut. Plt Direktur dan Humas yang dicoba dikonfirmasi di rumah sakit, tidak berhasil ditemui. Panggilan dan pesan singkat yang dilayangkan melalui telepon selularnya, juga tidak berbalas.

Berharap Semua Pihak Tunggu Hasil Audit

Sementara di tengah sulitnya wartawan untuk mencari keterangan dari Plt Dirut Rumah Sakit FL Tobing Sibolga dr Donna Pandiangan terkait penyebab kematian Gisen Rezeki Pratama Pasaribu (17), pihak Dinas Kominfo Sibolga kemudian merilis pernyataan tertulis dr Donna melalui grup Whatsappnya.

Dalam keterangannya, dr Donna meminta semua pihak untuk tidak membangun polemik atas kejadian tersebut.

“Persoalan ini sedang diaudit oleh Komite Medis dan Komite Keperawatan, berdasarkan rekam medis pasien. Untuk itu, mari kita dukung dan percayakan tim audit, sehingga bekerja dengan baik dan independen,” kata dr Donna.

Menurutnya, sebagai seorang dokter tentunya selalu ingin memberikan yang terbaik bagi pasiennya. Termasuk, berusaha keras untuk menyembuhkan penyakit para pasien. Dan terkait kematian, dia menyebut itu sudah menjadi takdir setiap manusia.

“Saya selaku Plt Rumah Sakit juga merupakan seorang dokter. Kami para dokter dan pihak rumah sakit tentu akan melakukan yang terbaik bagi seluruh pasien yang kami tangani. Semua dokter dan rumah sakit, pasti inginkan semua pasiennya sembuh. Namun soal ajal kematian seseorang, itu hak mutlak Tuhan dan di luar kemampuan kita. Maka itu, menyikapi kematian almarhum Gisen, kami berharap semua pihak untuk tidak membangun polemik negatif. Mari sama-sama kita tunggu hasil audit tim. Kami pastikan tim akan bekerja profesional dan independen,” pungkasnya. (ts)

USI