News

Ketua KPAI Arist Merdeka Sirait Apresiasi Kinerja Kapolres Tobasa

TOBASA, FaseBerita.ID – Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) merespon langkah-langkah cepat yang telah dilakukan Polres Tobasa dalam penanganan kasus kejahatan seksual terhadap anak yang diduga dilakukan NS (41) oknum guru PNS warga Desa Panamparan Kecamatan Habinsaran, Kabupaten Tobasa terhadap siswinya.

Atas kasus ini NS harus dipastikan diberhentikan dari tugasnya sebagai guru. Sedangkan untuk kejahatannya itu,  sesuai ketentuan UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,  NS dapat diancam pidana penjara maksimum 15 tahun.

Dalam rangka menyongsong Hari Anak Nasional pada 23 Juli 2019, KPAI memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas komitmen dan kerja keras Polres Toba Samosir (Tobasa) atas pemberantasan kejahatan terhadap anak, khususnya kasus kekerasan seksual terhadap anak  yang terjadi di wilayah hukumnya.

“Kerja cepat dan komitmen Kapolres Tobasa yang mengedepankan komitmetnya  tidak ada kata “damai” terhadap segala bentuk eksploitasi, penelantaran,  penganiayaan, dan kekerasan terhadap anak khususnya kejahatan seksual telah ditunjukkan dengan baik,  dengan demikian patut diapreasi dan direkomendasikan untuk mendapat penghargaan atas kerja kerasnya mengungkap tabir kejahatan kemanusiaan terhadap anak,” ucap Arist Merdeka Sirait.

Selanjutnya menurut Arist, mengingat  maraknya kasus-kasus kejahatan seksual terhadap anak  yang teradi di Kabupaten  Tobasa sepanjang tahun ini,  Komnas Perlindungan Anak segera  mendorong pemerintah daerah khususnya  melalui program Dinas PPPA/PMD Tobasa agar melibatkan masyarakat untuk ikut serta berpartisipasi membangun Gerakan Perlindungan Anak berbasis Desa atau Kampung, sehingga melawan kejahatan kemanusiaan terhadap anak dan melindungi hak-hak anak bisa menjadi budaya di tengah-tengah kehidupan sosial masyarat batak.

“Gerakan ini sangat diperlukan agar penegakan hukum yang dilakukan Polres Tobasa bisa menekan angka kejahatan seksual terhadap anak,” tambah Arist. (os)