News

 Ketua DPC Askonas Minta Bupati Simalungun Prioritaskan UMKM  Lokal Dalam Tender Proyek

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID– Ketua DPC Asosiasi Kontraktor Nasional (Askonas) Kabupaten Simalungun, Ade Farnan Saragih meminta Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga memprioritaskan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lokal untuk mendapatkan paket pekerjaan dalam pengadaan barang dan jasa (PBJ).

Menurutnya, PBJ harus mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 14 Tahun 2020, tentang standar dan pedoman pengadaan jasa konstruksi melalui penyedia.

“Dengan terbitnya Permen PUPR Nomor 14 tahun 2020 maka proses PBJ semakin dipermudah. Jangan berpihak kepada kaum kapitalis yang berjanji bisa memberikan proyek dengan meminta panjar dalam jumlah tertentu,” tutur Ade Farnan di Pamatangraya, Selasa (1/6/2021).

Dijelaskan, Askonas yakin dan percaya Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga akan bertindak sesuai aturan yang berlaku. Hal itu didasari karena latar belakang Radiapoh adalah pengusaha yang dinilai paham betul bagaimana UMKM perlu dibina dan dikembangkan.

“Kalau dulu,sebelum berlaku Permen PUPR 14 tahun 2020, metode pelaksanaan, analisa harga satuan, jadwal pelaksanaan serta spesifikasi teknis masih devaluasi oleh  Pokja pemilihan (panitia tender), sekarang tidak lagi.

“Askonas mengingatkan Pokja pemilihan tender di LPSE Kabupaten Simalungun jangan lagi bertindak seperti tahun-tahun sebelumnya dalam mengevaluasi dokumen peserta tender,” ujar Ade.

Ia pun meminta penyedia jasa UMKM di bidang konstruksi agar ramai-ramai ikut tender karena syarat tender sudah dipermudah oleh pemerintah.

Di samping itu, penyedia diharapkan fokus pada bidang dan sub bidang yang memang menjadi ‘core bussiness’ perusahaan agar dapat bersaing dengan maksimal. Peluang untuk menang tender atau lelang pun akan lebih besar, baik dari segi kualifikasi, penawaran teknis, maupun harga yang diajukan.

“Penyedia barang dan jasa juga dilarang mengalihkan pelaksanaan pekerjaan utama berdasarkan kontrak, dengan melakukan subkontrak kepada pihak lain, kecuali sebagian pekerjaan utama kepada penyedia barang dan jasa spesialis,” pungkas Ade Farnan Saragih.(rel/fabe)