News

Ketua Askonas Simalungun: Pengawasan Tidak Maksimal Jika Oknum DPRD Ikut Berproyek

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Ketua DPC Asosiasi Konstruksi Nasional (Askonas) Kabupaten Simalungun Ade Farnan Saragih menyayangkan adanya kabar segelintir oknum di DPRD Simalungun yang masih kebagian jatah pengerjaan proyek di Simalungun.

“Kita sudah lama mendengar perilaku itu. Jika masih berlangsung, kita khawatir tugas pokok DPRD tidak berjalan maksimal. Bagaimana mungkin mengawasi kinerja eksekutif, sementara di lain pihak eksekutif mengawasi kinerja oknum DPRD itu melalui proyek yang dikerjakan,” kata Ade Farnan, Minggu (31/1/2020).

Menurut Ade, di sisi eksekutif melalui pengawas, penanggungjawab, pejabat pembuat komitmen dan termasuk kepala SKPD, juga mengalami rasa sungkan untuk melakukan pengawasan maksimal terhadap proyek yang ada hubungannya dengan oknum DPRD tersebut. Akibatnya, saat BPK melakukan pemeriksaan berujung pada pengembalian karena dinilai anggaran masih tersisa. Nilai proyek tidak sesuai dengan nilai pagu anggaran.

“Itu bisa kita lihat dari puluhan proyek yang dipaksa BPK melakukan pengembalian karena dinilai anggarannya lebih. Jika ditelusuri, mungkin saja proyek itu ada hubungannya dengan oknum-oknum pejabat termasuk oknum DPRD, sehingga pihak pengawas enggan melakukan pengawasan maksimal,”katanya.

Ada Farnan menyarankan, demi kualitas hasil proyek dan menjaga profesionalitas para kontraktor, anggota DPRD cukup berperan dalam bidang pengawasan. Untuk pengerjaan proyek, oknum DPRD tidak perlu terlibat langsung atau tidak langsung, karena secara otomatis akan mempengaruhi kinerja SKPD dan mempengaruhi kinerja lembaga DPRD.(esa/fabe)

iklan usi