News

Ketua Alwashliyah Tanjungbalai Desak Polisi Tertibkan Hotel jadi Tempat Maksiat

FaseBerita.ID – Pengurus Daerah Alwashliyah Tanjungbalai Buya Gustami mendesak pihak terkait dan kepolisian agar menertibkan hotel yang sediakan tempat maksiat.

Desakan tersebut atas beredarnya informasi penginapan Losmen Jaya diduga telah sediakan tempat maksiat.

Pengurus Daerah Alwashliyah Tanjungbalai Buya Gustami mendatangi lokasi langsung terkait kebenaran informasi tersebut bersama ditemani beberapa insan pers, Rabu (17/6) sekira pukul 21.30 WIB.

Dari pantauan tersebut dugaan Losmen Jaya telah menyediakan tempat maksiat kamar nginap yang bukan pasangan suami istri terlihat keluar dan masuknya dari losmen tersebut berpasang-pasangan yang bukan muhrim dengan kamar yang disediakan sesuai tarif harga inap ditentukan oleh pemilik losmen.

Ia meminta kepada aparat penegak hukum dan instansi Pemerintah Kota Tanjungbalai untuk segera menindak tegas kepada pemilik Penginapan Losmen Jaya.

Buya Gustami menyampaikan bahwa berdasarkan hasil investigasi tersebut maka Ketua pengurus Alwashliyah Kota Tanjungbalai meminta kepada pihak Kapolsek Datuk Bandar maupun Pemerintah Tanjungbalai untuk segera menutup penginapan Losmen Jaya karena telah diduga menyediakan tempat maksiat.

“Kepada Pemerintah Kota Tanjungbalai didesak segera mencabut izin penginapan Losmen Jaya yang berada di Jalan Sudirman KM7 Kelurahan Sijambi Kecamatan Datuk Bandar karena dapat merusak generasi bangsa khususnya Kota Tanjungbalai yang kita cintai. Adapun kami melihat dengan mata kami sendiri bahwa keluar masuk losmen diduga juga ada yang di bawah umur masih duduk bangku sekolah,” tegas Ketua Pengurus Alwasliyah Kota Tanjungbalai Buya Gustami.

Sebelumnya, ditanyai kepada petugas kenapa ada orang yang bukan suami istri diperbolehkan masuk ke penginapan losmen ini, apa tidak menyalahi aturan?

Mendengar pertanyaan, si penjaga penginapan tersebut memberikan jawaban bahwa bukan menjadi sebuah permasalahan untuk tempat penginapan tersebut. “Tidak ada masalah di penginapan ini,” ujar Sipenjaga Hotel yang tak bersedia menyebutkan identitasnya.

Ketika dihubungi, pemilik losmen melalui via selular tidak ada jawaban. (ck2/rah)