News

Kerjasama SBSI dan Roti Ganda Pematangsiantar: 50 Pemuda Dilatih Produksi Kue

SIANTAR, FaseBerita.ID – Sebanyak 50 peserta mengikuti pendidikan dan pelatihan di Balai Diklat 3 in 1 ( three in one) untuk dipersiapkan sebagai Tenaga kerja industri yang kompeten dan pelaku usaha.
Pelatihan digelar selama 12 hari dilakukan Balai Diklat Industri Medan yang diprakarsai Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI).

Penutupan Diklat 3 on 1 Angkatan XL Tahun 2021 digelar di Ruang Pertemuan Badan Perencanaan Daerah (Bapedda) Kota Pematangsiantar, Minggu (11/4/2021) sekira pukul 10.00 wib.

Acara penutupan dihadiri Ketua Balai Diklat Industri Medan, Indra Amin, Ketua Serikat Buruh Seluruh Indonesia, Sukoso Winarto, Mewakili Walikota Siantar Kepala Bapedda Siantar Hamam Sholeh AP, Humas Toko Roti Ganda Ramlan Sinaga SH dan Fasilitatator kegiatan Suherman.

Peserta menyampaikan ucapan terimakasih kepada Balai Dilkat Industri Medan, SBSI dan Roti GANDA yang memberikan tempat dan waktu untuk mengetahui dan membuat makanan yang baik dan sesuai dengan SOP.
“Semoga ilmu yg didapat dapat dikembangkan sehingga akan hadir pengusaha-pengusaha olahan makanan yang baru dan pekerja olahan makanan yang handal,” sebutnya.

Ketua SBSI, Sukoso Winarto dalam sambutannya memberikan apresiasi kegiatan yang dilakukan Kementerian Perindustrian untuk kegiatan tersebut.
Untuk pelatihan ke-50, warga Siantar mendapatkan kesempatan untuk pelatikan olahan makanan di Roti Ganda dan pelatihan pendidikan di Yayasan Ulil Albab.

“Ini adalah sebuah gagasan yang positif. Kalian harus bangga, kalian mendapat ilmu, mendapat akses dan bertemu tokoh-tokoh. Ini diharapkan dapat memotivasi bahwa kalian kalangan milenial bisa mampu bersaing dengan memiliki sumber daya manusia yang mumpuni,” kata Sukoso.

Selaku ketua organisasi, Sukoso berharap kepada Pemerintah Kota Pematangsiantar agar balai Dilkat khusus Pematangsiantar ada, sehingga masyarakat dipersiapkan untuk terjun ke dunia industri dan sebagai pelaku usaha.
Dikatakan Sukoso, selama 12 hari dilatih teori secara akademisi dan langsung turun mempraktekkan dengan melakukan proses pengolahan kue hingga pengemasan.

“Mereka ini diuji dan akan mendapatkan sertifikat dan bagi yang lulus sertifikat profesi,” tambah Sukoso.
Sementara Ketua Balai Diklat Industri Medan Indra Amin mengatakan, diklat ini merupakan program nasional.
“Melalui Diklat ini kita berharap adik-adik akan masuk dalam transformasi akan mampu mengimpletasikan keahlian keterampilan dalam bekerja,” jelasnya.

“Adik-adik yang sudah didik kiranya dapat menjadi pelopor baik di dunia kerja dan keluarga. Sehingga kegiatan ekonomi khususnya di Kota Pematangsiantar diharapkan akan meningkat dan membaik,” harapnya.
Humas Roti Ganda Ramlan Sinaga dalam kesempatan itu mengaku merasa bangga dan senang karena roti Ganda mendapat kepercayaan.

Kepala Bappeda Kota Pematangsiantar Hamam Sholeh, AP dalam sambutannya apresiasi terhadap kinerja Ketua SBSI Sukoso, terobosan dari Roti Ganda terhadap pelaksanaan pelatihan.
“Saya berharap yang hadir di sini sudah bermimpi menjadi cheff. Semua orang besar memulai sesuatu de sesuatu yang dimulai. Bukan hanya menghayal dan menunggu,” sebut Hamam Sholeh.

Dikatakan Hamam Sholeh, sebanyak 15 s/d 20.000 angka pengangguran di Kota Siantar. “Karena ini persoalan mikro ekonomi, Pemko Siantar sangat terbuka. Pemerintah kota benar berterima kasih terselenggaranya kegiatan ini,” ujar Hamam Sholeh.

Sebelum diakhiri dengan doa bersama, Suherman selaku Fasilitator kegiatan mengatakan diklat tersebut pertama sekali digelar di Kota Pematangsiantar.(rel/fabe)