News

Kementerian Perhubungan Cek Transportasi di Danau Toba

FaseBerita.ID – Staf Ahli Kementerian Perhubungan Bidang Hukum dan Reformasi Birokrasi Umar Aris mengunjungi Kabupaten Samosir untuk memeriksa penyelenggara angkutan lebaran dan keselamatan pelayaran di Danau Toba, (8/5).

Rombongan yang disambut dengan tor-tor batak tersebut langsung memeriksa kondisi Posko yang telah didirikan beberapa hari sebelumnya di lokasi penyebrangan Ambarita Samosir.

Dalam lawatannya itu, pihak Kementerian Perhubungan tidak ingin peristiwa karamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun beberapa waktu lalu kembali terjadi. Peristiwa itu menjadi catatan penting untuk membenahi transportasi di Danau Toba.

Kementerian Perhubungan pun menurunkan tim khusus ke kawasan Danau Toba untuk memantau transportasi penyebrangan di sana.

Pada kesempatan itu, Umar Aris menyebutkan bahwa tim khusus akan memerhatikan soal manifest penumpang, apakah sudah sesuai dengan kapasitas kapal. Kemudian mengecek kelengkapan surat atau buku pelaut nakhoda dan awak kapal serta memastikan adanya alat-alat keselamatan seperti pelampung

Umar Aris juga mengajak kepala daerah di seluruh Kabupaten yang ada di kawasan Danau Toba untuk bersama-sama melakukan pengawasan.

“Kita ingin memastikan wisatawan yang pergi libur lebaran ke Danau Toba tetap merasa nyaman saat melakukan penyebrangan. Kapal-kapal di Danau Toba yang harus mewujudkannya. Keselamatan adalah yang utama,” kata Umar.

Umar juga mengimbau, kepada seluruh pengunjung juga mengutamakan keselamatan. Apa lagi Danau Toba juga dipastikan padat saat libur lebaran.

Sesuai instruksi Kemenhub, kapal-kapal di Danau Toba harus mematuhi peraturan khususnya keselamatan. Jika pengunjung masih menemukan kapal yang nakal bisa melaporkannya ke petugas berwenang.

“Langsung hubungi petugas jika ada hal-hal berkaitan pengabaian keselamatan,” katanya.

Ditegaskan, kapal-kapal penyebrangan wajib memberikan pelampung saat berlayar di Danau Toba. Penumpang bisa menolak untuk berlayar jika tidak disediakan pelampung. Sejumlah posko juga sudah siap melayani para pelancong. Posko-posko ini tersebar di pelabuhan utama di antaranya Tigaras, Simanindo, Ajibata dan Tomok.

“Di sana ada petugas dari berbagai unsur unsur mulai dari Dinas Perhubungan hingga Basarnas,” ungkapnya.

Umar menambahkan pihak Basarnas juga menyiagakan sejumlah kapal cepat di Danau Toba.

Sejauh ini kapal SAR telah siaga berpatroli guna meningkatkan sistem keselamatan setiap pengunjung, baik yang menggunakan kapal Feri, kapal tradisional maupun kapal speed boat. Selain itu, SAR juga berpatroli di darat, seperti mengunjungi posko-posko yang disediakan pihak kepolisian.

“Jadi, pihak kita pihak perhubungan harus tegas. Misalnya ada kelebihan muatan tolong dilarang. Harapan kita juga kapal tradisional tidak diberi izin mengangkut kenderaan roda dua karena hal itu tidak layak. Pergunakanlah kapal Feri seperti Ihan Batak yang layak untuk mengangkut,” pungkasnya.

Amatan Media ini, para pengunjung Danau Toba umumnya mengunjung titik-titk lokasi permandian di pantai bebas. Tidak hanya warga lokal, wisatawan dari luar negeri juga memadati wilayah Samosir.

Membludaknya wisatawan berdampak kepada pesanan hotel yang hampir rata-rata penuh. Akan tetapi, untuk harga juga lebih mahal dibanding dengan hari-hari biasa.

Bahkan sejumlah wisatawan kesulitan mencari kamar hotel yang kosong lantaran sudah penuh semuanya.

“Kesempatan libur Lebaran ini, keluarga ingin menikmati indahnya Danau Toba, tetapi untuk menyebrang aja kita harus ngantri beberapa jam menunggu kapal. Belum lagi mencari hotel yang begitu susah di sekitar Danau Toba,” ujar David salah seoran wisatawan. (mag04/pra)

USI