News

Kemen LHK: PLTA Batangtoru dan Orangutan Tak Ada Masalah

TAPSEL, FaseBerita.ID – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) menegaskan, pembangunan PLTA Batangtoru yang lokasinya bersinggungan dengan habitat orangutan di Kabupaten Tapsel, tidak ada masalah lagi.

Ketua Dewan Pertimbangan Pengendalian Perubahan Iklim (DPPPI) Kementerian LHK, Sarwono Kusumaatmadja, menegaskan itu pada seminar Indonesia Green Growht and Sustainability Expo 2019 di Universitas Negeri Malang, Jawa Timur, Jumat (28/6/2019).

Hal ini diungkapkan PR PT NSHE Dede kepada wartawan. Dijelaskannya, pasca penemuan spesies baru orangutan di ekosistem Batangoru, PT. North Sumatera Hydro Energy (NSHE) langsung memperbaiki dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) mereka.

“Menurutnya, semua sudah clear. Pembangunan PLTA Batangtoru dapat dilanjutkan dan perlindungan orangutan bisa dilakukan. Dulu dipertentangkan, sekarang sudah ada solusi. Orangutan bisa hidup berdampingan dengan PLTA,” jelasnya.

Disampaikan, atas pemantauan Kementerian LHK, ?perusahaan sudah melakukan konservasi lingkungan di sekitar area PLTA. Bahkan membangun fasilitas penyeberangan dan menanam pohon yang daun serta buahnya merupakan pangan bagi orangutan.

“Mantan Menteri Perikanan dan Kelautan ini juga membahas tentang penolakan segelintir pihak terkait pembangunan PLTA Batangtoru yang bersinggungan dengan habitat orangutan. Menurutnya, itu hal biasa dan yang paling penting adalah perusahaan sudah memperbaiki AMDAL,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu sambung Dede, Sarwono juga menyebut, Indonesia sangat membutuhkan PLTA Batangtoru yang akan menghasilkan energi 510 Mega Watt. Selain mengatasi krisis listrik saat beban puncak di Sumatera Utara, juga mampu menghemat keuangan negara USD 400 juta per tahun.

“Dari sudut perubahan iklim yang setiap hari semakin ekstrim dan mengancam kehidupan seluruh mahluk di bumi, PLTA Batangtoru ini mampu mengurangi emisi karbondioksida. Jumlahnya setara dengan daya serap 120.000 hektare hutan,” ungkap Dede, sebagai mana disampaikan  Sarwono pada pertemuan itu. (ran)