News

Kembangkan Jaringan Listrik PLN Harus Tingkatkan Sinergi dengan Pemda

FaseBerita.ID – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) diminta untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) terkait dengan pegembangan jaringan listrik di daerah. Sinergi ini diharapkan bisa meminimalkan permasalahan di sejumlah wilayah saat pengembangan infrastruktur kelistrikan di daerah.

“PLN sudah selayaknya berkolaborasi dengan Pemda untuk mensosialiasikan RUPTL (Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik) kepada khalayak umum, sehingga masyarakat mengerti tentang maksud dan tujuan pembangunan infrastruktur kelistrikan sebagai Proyek Strategis Nasional,” ujar Pakar Hukum Universitas Indonesia Harsanto Nursadi dalam diskusi “Tol Listrik untuk Siapa?”, di Jakarta, Selasa (9/2).

Dia mencotohkan silang sengketa pembangunan SUTET 500 kV Balaraja antara PLN dengan warga sekitar. Menurut dia, kasus tersebut sebenarnya berawal dari kurangnya solialisasi RUPTL kepada masyarakat.

Padahal, PLN selaku operator yang ditunjuk pemerintah punya tanggung jawab besar dalam mengelola ketersediaan pasokan energi listrik. Kemajuan ekonomi bagi kesejahteraan masyarakat akan sangat bergantung pada seberapa besar pasokan listrik guna memacu aktivitas bisnis dan investasi di dalam negeri.

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa berpendapat, pembangunan tol listrik (sistem jaringan transmisi listrik) merupakan bagian dari proyek percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang terdiri atas pembangkit 35 GW dan transmisi 46 ribu kilometer. Termasuk diantaranya, pengembangan transmisi Sistem Sumatera 775 kv, Grid Borneo 150 kv dan Sistem Sulawesi bertegangan 495 kv.

“Tol listrik diharapkan bisa mengevakuasi daya dari pembangkit-pembangkit ke pusat beban, mengoptimalisasi bauran energi primer dan operasi pembangkit. Sehingga, diharapkan memberi dampak penghematan biaya operasi PLN,” kata Fabby.

Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti, Yayat Supriyatna berharap PLN bisa lebih transparan dalam bersinergi dengan pemda. “Selama ini RUPTL 2017-2026 yang dimiliki PLN tidak diketahui oleh pemerintah daerah,” ungkap Yayat.

Padahal, saat ini PLN sudah melakukan pemetaan untuk posisi pembangkit dan jalur distribusi listrik di setiap wilayah. “Pemetaan ini hanya PLN yang mengetahui dan belum disosialisasikan,” kata Yayat sembari menyebutkan bahwa potensi pasokan listrik terbesar akan menyasar kawasan-kawasan industri.

“Selain kawasan industri, tol listrik juga sangat dibutuhkan untuk sektor transportasi, terutama untuk transportasi massal. Banyak tempat akan menerapkan LRT (light rail transit), bagaimana kalau [pemda] tidak tahu pemetaannya? PLN sudah seharusnya penuhi target elektrifikasi 100 persen,” imbuh Yayat. (jp/fabe)