News

Kembali Diterjang Banjir, Warga Minta Penampang Air Dibongkar

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID-Para warga yang memiliki kolam ikan di Huta Lihas II Nagori Bahalat Bayu, kini harus gigit jari akibat kejadian banjir menerpa kolam mereka, pada Rabu (27/1) sekira pukul 19.00 WIB. Sejumlah kerugian material pun harus mereka tanggung karena kejadian yang mereka alami itu.

Informasi dihimpun, kejadian banjir yang diawali turunnya hujan deras sekira pukul 17.00 WIB dan cukup lama hujan berlangsung sehingga sekira pukul 19.00 WIB, baru lah banjir mulai menggenangi kolam-kolam ikan mereka. Melihat hal itu, para pemilik kolam ikan dan warga yang lain langsung keluar rumah dan melihat banjir sudah menggenangi kolam mereka.

Belasan warga yang terdiri dari para kaum pria itu pun tidak bisa lagi berbuat banyak hanya mampu memandangi kolam hingga air banjir surut. Sekira pukul 20.30 WIB, seiring hujan mulai reda dan banjirpun mulai surut. Walaupun air sudah surut, para warga pun tetap tidak bisa berbuat apa-apa lagi.

“Harapan kami sebagai tukang ikan yang sudah tua ini sangat mengharapkan untuk pembongkaran empang itu. Jadi untuk tindak lanjut dengan kejadian ini kami sudah melakukan koordinasi dengan Pangulu mungkin besok akan kita lakukan pembongkaran, sekarang ini lah keadaan air yang sudah surut,” kata salah seorang warga diantara belasan warga yang memiliki kolam ikan, dalam sebuah video yang dikirim ke awak media ini, Rabu (27/1) sekira pukul 20.20 WIB.

Pernyataan salah seorang warga itu, ditegaskan lagi oleh warga lain dengan mengatakan, “Hampangan itu harus dibongkar, karena tengok air sudah naik,” kata pria tua itu. Kembali lagi warga lain menyampaikan,” Kami juga korban disini Kampung Lihas II, Kami mohon tidak lanjutnya bapak-bapak,” pungkas lelaki yang lebih muda.

Lebih lanjut, masalah banjir yang pada bulan Desember 2020 lalu juga terjadi menimpa mereka itu terjadi diduga akibat adanya penampangan di tengah sunga Bah Lihas yang terletak di bagian atas lokasi banjir setelah melewati gorong-gorong. Permasalahan itu pun sudah pernah dilakuka pertemuan dengan pihak pengusaha dengan warga namun belum ada titik terang untuk kesepakatan diantara kedua belah pihak.

Sebelumnya para warga menyebutkan dengan adanya penampangan itu mengakibatkan terjadinya dampak meningginya sendimen dipermukaan dasar air. Dan hingga saat ini para petani ternak ikan selalu mengalamai kerugian yang diakibat banjir yang menenggelamkan kolam ikannya. Terkait kerugian yang diderita warga itu, hingga saat ini belum ada yang bisa dimintai pertanggung jawaban.(adi/fabe)

iklan usi