News

Keluarga Korban Kecelakaan Mencari Keadilan

TAPSEL, FaseBerita.ID – Hilda Wulan Sari Harahap (23), sangat sedih dan terpukul. Setahun lebih, suaminya pergi untuk selamanya, akibat kecelakaan pada Kamis (1/2/2018) silam.

Namun, sopir truk yang mengakibatkan ayah dari putrinya Heni Yuspita Siagian (2), diduga tak diproses secara hukum. Ironisnya, perusahaan truk yang saat itu mengangkut sepeda motor, juga terkesan diam dan mengabaikan keluarga dan anak korban.

“Sepatah kata turut berduka citapun tak pernah kami terima dari perusahaan truk itu. Kami memang orang lemah tetapi pantaskah diperlakukan seperti ini,” ucap Hilda didampingi kakak iparnya (kakak dari suaminya) Derhana Siregar dan Irma Royani, beberapa waktu lalu di Sipirok.

Derhana menyebut, pihak keluarga mengharapkan keadilan dan keterbukaan dari kasus kecelakaan yang telah menghilangkan nyawa tersebut.

“Apa si sopir dan perusahaan tempatnya bekerja, tak punya keluarga? Lalu mengapa kematian adik kami dibiarkan begitu saja. Kalau memang sopir itu ditahan, kapan dan di mana. Dan mengapa truk bebas diambil pemiliknya, tanpa sepatah kata sabar buat keluarga korban dari kecelakaan?” ungkapnya.

Karena itulah sambungnya mereka meminta keadilan atas kejadian tersebut, agar tidak dipandang semena mena atas kecelakaan yang telah merenggut nyawa adiknya. Dan juga merusak mobil angkutan yang merupakan sewaan. Apalagi pemilik mobil angkutan, masih saudara dekat, tentu sangat dirugikan atas kejadian itu.

“Kami hanya berharap, ada rasa keadilan dalam masalah ini,” ungkapnya.

Diketahui, diduga karena rem blong, Mitsubishi Truk Fuso yang sarat dengan muatan sepedamotor, dengan nomor polisi BL 8523 FA menyeruduk angkutan umum Anatra dengan nomor polisi BB 1274 HC, di ruas Jalinsum Sipirok-Padangsidimpuan km 14-15, tepatnya di Desa Janji Mauli, Kecamatan Sipirok, Kamis (1/2) sekitar pukul 14.00 Wib. Satu orang tewas, yang merupakan sopir dari Anatra, pada kejadian itu dan dua lainnya luka.

Saat itu, berdasarkan keterangan warga, mengatakan, sebelum kejadian pengemudi Mobil Mitsubishi Truk Fuso, datang dari arah Pasar Sipirok menuju Padangsidimpuan. Di sekitar lokasi kejadian, melaju dengan kecepatan tinggi.

Di jalan dengan kondisi sedikit menurun dan tikungan ke kanan, tidak dapat mengendalikan kenderaan dengan baik. Sebelum terbalik truk menyeret dan akhirnya menimpa Mobil Angkot Anatra yang berada di depannya.

Kuasa Hukum keluarga korban, Bangun Siregar meminta, aparat penegak hukum, dalam hal ini Polres Tapsel agar melanjutkan proses hukum atas kejadian ini.

“Juga meminta agar diterbitkan daftar pencarian orang (DPO) terhadap pengemudi truk yang menabrak angkot tersebut. Dan sebaiknya, Polres Tapsel juga tetap menahan unit truk hingga ada putusan pengadilan,” ungkap Bangun. (ran)