News

Kelompok JI Diduga dapat Dana dari Kotak Amal Minimarket

FaseBerita.ID – Kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI) diduga mendapat sokongan dana dari berbagai sumber untuk menjalankan aksi teror. Salah satu sumber dana itu berasal dari kotak amal yang tersebar di minimarket.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan, penyidik Densus 88 Antiteror Polri saat ini tengah mendalami ihwal aliran dana dari kotak amal ini. Saat ini penyidik tengah mengembangkan modus yang digunakan oleh kelompok JI dalam mengumpulkan dana.

“Tentunya nanti dari Densus 88 akan kolaborasi dengan penyidik akan melihat artinya bahwa yang ditemukan, barang bukti yang ada di sana akan kami kembangkan seperti apa sih modus-modus yang dilakukan kan banyak sekali modus yang digunakan,” kata Argo di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (1/12).

Argo menyampaikan, penyidik masih menelusuri siapa saja yang terlibat dalam pendanaan untuk JI. Penyidik juga masih mempelajari modus-modus yang digunakan JI.

“Nanti akan dipelajari oleh Densus modus seperti ini ada jaringan siapa dan sebagainya. Nanti Densus yang akan mendalami dan penyidik Densus yang akan mengevaluasi dari pada kejadian yang ada,” jelas Argo.

Sebelumnya, Densus 88 Anti Teror Polri menangkap terduga teroris Taufik Bulaga alias Upik Lawanga. Dia diketahui buronan kelas kakap dari kelompok Jamaah Islamiyah (JI). Sepak terjangnya dalam aksi terorisme sudah sangat terkenal.

“Saya bisa memastikan iya, terjadi tanggal 23 dan 25 memang Densus 88 Anti Teror telah melakukan penindakan terhadap tersangka TB alias Upik Lawanga dan beberapa DPO kelompok JI,” kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (26/11).

Taufik Bulaga alias Upik Lawanga diketahui salah satu ahli perakitan bom dari kelompok teroris JI. Dia merupakan perakit bom dengan daya ledak besar yang meledak di Hotel JW Marriot dan Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, pada 2003 lalu. Polri telah menerbitkan DPO terhadap Upik Lawanga sejak 2006 silam.

Hasil pengembangan kasus ini, Polri menduga JI mendapat pasokan dana dari berbagai pihak. Mulai dari perseorangan, hingga dari uang kotak amal yang tersebar di minimarket. (jp)

USI