News

Kejatisu Geledah Kantor PDAM Tirta Lihou dan Rumah Dirut, Belum Ada Tersangka

RAYA, FaseBerita.ID – Pihak Kejaksaan Negeri Sumatera Utara melakukan penggeledahan di Kantor PDAM Tirtalihou milik Pemkab Simalungun di Pematang Raya, Kamis (1/7/2021). Selain menggeledah kantor direktur utama (dirut), jaksa juga menggeledah rumah pribadi milik Dirut Betty R Sinaga di Komplek Kantor Bupati Simalungun. Penggeledahan dilakukan mulai pagi hingga malam hari.

Selain dari Kajatisu terlihat juga di sana PIHAK Kajari Simalungun yakni Kasi Pidsus Osor Siagian Juna Karo Karo dan Harisdianto.

Ketika diminta keterangan dari pihak kejaksaan Negeri Simalungun Kasi Intel Ratno Pasaribu  menerangkan memang benar ada pemeriksaan di PDAM Titralihau Simalungun dan sampai saat ini masih berlangsung oleh Penyidik Bidang Pidana Khusus Kejati Sumut.

Namun hingga saat ini, pihak Jaksa belum menetapkan tersangka. Menurut informasi, Kejatisu turun menggeledah kantor PDAM Tirtaulia terkait penanganan perkara dalam dugaan tindak pidana korupsi pada proyek pemasangan sambungan rumah (SR) untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dari program hibah air minum dengan total sebanyak 4.637 sambungan.

Dengan rincian dari sebanyak 2.637 SR tahun 2019 dan sebanyak 2000 SR tahun 2018 dan pemungutan liar dalam pemasangan sambung rumah (SR) kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yg dilakukan oleh PDAM Tirta Lihou Kabupaten Simalungun.

Tim penyidik melakukan penggeledahan ada 2 lokasi yaitu Kantor PDAM Tirta Lihou yang terletak di Jalan Jon Horailam Saragih, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun,  dan rumah direktur utama PDAM. Penggeledahan tersebut untuk mencari dokumen dokumen yang dibutuhkan dalam penyidikan ini.

Tim penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara belum menetapkan tersangka dan terkait kerugian negara masih dilakukan perhitungan. Adapun total dana hibah yang dikelola untuk pemasangan sambungan rumah masyarakat berpenghasilan rendah mencapai Rp 14.100.000.000, yang terdiri dari Hibah senilai Rp 6.000.000 pada tahun 2018 dan hibah senilai Rp 8.100.000.000  pada tahun 2019.(ros/fabe)