News

Kejari Siantar Lacak Keberadaan Herowhin Sinaga

SIANTAR, FaseBerita.ID – Kejaksaan Negeri (Kejari) Siantar kembali menjadwalkan pemanggilan terhadap mantan Direktur PD PAUS Herowhin Sinaga terkait kasus dugaan korupsi tentang penyertaan modal dari Pemko terhadap PD PAUS.

Kasipidsus Kejari Siantar Dostom Hutabarat mengatakan, pemanggilan pertama terhadap Herowhin sudah mereka lakukan. Namun yang bersangkutan tidak hadir saat itu.

“Saat itu kita sudah koodinasi dengan Kabag Hukum Pemko Siantar. Kabag hukum bilang Herowhin Sinaga tidak lagi sebagai ASN Pemko. Tapi lebih jelasnya coba ke BKD saja,” ujarnya.

Dostom mengaku heran atas jawaban yang disampaikan Kabag Hukum Pemko tersebut. “Kalau memang sudah tidak sebagai ASN Pemko lagi, lalu sekarang posisi dia ASN dimana?” ujar Dostom.

Baca juga: Kasus Penyertaan Modal Pemko ke PD PAUS: Herowhin Sinaga Jadi Tersangka Korupsi

Untuk pemanggilan berikutnya, pihaknya akan melacak keberadaan ASN Herowhin. “Kita cari tau dulu kepastiannya, baru kita bikin pemanggilan selanjutnya,” tambahnya.

Mantan Direktur Perusahaan Daerah Pembangunan dan Aneka Usaha (PD-PAUS) Kota Pematangsiantar Herowhin Sinaga sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi oleh Kejaksaan Negeri Pematangsiantar.

Menurut Kasipidsus Kejaksaan Negeri Siantar Dostom Hutabarat dalam kasus yang menyeret Herowhin Sinaga itu berkaitan dengan dana penyertaan modal dari kas Pemko Pematangsiantar kepada PD PAUS pada tahun 2014.
Dalam penyertaan modal tersebut, Herowhin diduga telah melakukan tindak pidana korupsi sehingga menyebabkan kerugian negara berkisar Rp500 juta.

“Minggu depan akan kita lakukan pemanggilan dan masih tetap kita lakukan konfirmasi ke pihak BPKP. Awal Juli lalu dia sudah kita tetapkan sebagai tersangka,” ujarnya.

Saat ini jajaran Direksi PD PAUS telah berganti sejak akhir 2018 lalu. Dan sejak PD PAUS dibentuk pada tahun 2014, PD PAUS menerima penyertaan modal dari Pemko Siantar setiap tahunnya.

Dari data yang diperoleh wartawan, pada tahun 2014, PD PAUS menerima penyertaan modal sebesar Rp4 miliar, tahun 2015 sebesar Rp5 miliar, tahun 2016 sebesar Rp2 miliar dan pada tahun 2017 sebesar Rp3,5 miliar.
Sehingga total yang diterima PD PAUS dari Pemko Pematangsiantar sebesar Rp14,5 miliar.

Sementara itu, dalam catatan pembukuan keuangan PD PAUS per 31 Desember 2018, sejak tahun 2014 mengalami kerugian mencapai Rp36 miliar.

Sehingga PD PAUS sejak dibentuk sama sekali tidak pernah untung atau memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) ke Pemko Siantar.

Minggu Depan, Panggilan Ketiga Terhadap Posma

Sementara penetapan tersangka terhadap Kepala Dinas Kominfo Posma Sitorus atas kasus dugaan korupsi pengadaan Smart City tahun 2017, Dostom mengatakan pihaknya sudah dua kali melayangkan panggilan.

“Kita sudah dua kali melakukan pemanggilan dan belum pernah datang. Panggilan pertama alasannya ke luar kota. Alasan kedua sakit yang disertai surat sakit dari klinik,” terangnya.

Pemanggilan ketiga akan dilakukan minggu depan. “Kita upayakan tahun ini selesai semua,” tegasnya. (mag04/des)