News

Kebocoran Air Ditekan, Kualitas Layanan Perumda Tirtauli Meningkat di Tambun Nabolon

SIANTAR, FaseBerita.ID-Perumda Tirta Uli Pematangsiantar terus meningkatkan pelayanan air kepada masyarakat, terutama kepada pelanggan yang selama ini mengeluh tidak mendapat pelayanan maksimal.

Petugas di lapangan terus melakukan perbaikan sekaligus mengumpul data serta mencari solusi, agar pelanggan tetap mendapatkan air sepanjang hari. Terutama untuk daerah pelanggan yang berada di dataran tinggi.

Kebocoran pipa menjadi penyebab tekanan air menurun, sehingga air tidak maksimal hadir di rumah pelanggan. Ada yang hanya bisa terlayani setelah tengah malam dan menjelang pagi hari. Seperti yang terjadi di rumah beberapa warga di Jalan PJOK Kiri Kelurahan Tambun Nabolon Kecamatan Siantar Martoba.

Rohani Tambunan, pelanggan Perumda Tirtauli Pematangsiantar kelas R 3, Rabu (28/4) mengatakan, sudah beberapa tahun dirinya serta belasan warga di Jalan PJOK Kiri mengalami masalah soal air. Mereka hanya mendapat air pada Pukul 23.00 WIB hingga Pukul 05.00 WIB.

Saat air datang, kebanyakan warga sudah dalam keadaan tidur terlelap. Sehingga saat terbangun, air sudah mati dan persediaan air untuk keluarga menjadi terancam.

“Kalau sekarang air sudah lancar hingga pagi hari. Kami ucapkan syukur. Karena ini sangat membantu. Mudah-mudahan ke depan layanan air ini tetap lancar dan semakin baik,” kata Ketua Perempuan HKI Tambun Nabolon ini.

Dijelaskan Rohani, dirinya sendiri selama ini sering meminta air kepada tetangga yang pada siang hari jika ada kebutuhan mendadak. Tetangganya yang berada di dataran lebih rendah, mendapat air lebih cepat darinya.

“Akhir-akhir ini sudah tidak lagi meminta air kepada tetangga. Kami sampaikan terimakasih kepada petugas. Kita berharap PDAM Tirtauli juga semakin respon untuk keluhan pelanggan,” kata wanita yang setiap bulan rata-rata membayar Rp65 ribu untuk tagihan air.

Terkait adanya penetapan abodemen yang ditetapkan Perumda Tirtauli, menurut Rohani tidak menjadi masalah. Sepanjang meningkatkan kualitas pelayanan, beban tersebut masih sepadan.

“Lagian itu berlaku bagi pelanggan yang minim menggunakan air. Kalau kami memang rata-rata di atas 20 meter kubik per bulan,” katanya.

Terpisah, Humas Perumda Tirtauli Rosliana Sitanggang dan Bagian Hubungan Langganan Nurdin menjelaskan, Perumda Tirtauli terus memaksimalkan kinerja seluruh pegawai demi pelayanan terbaik kepada pelanggan. Keluhan soal air yang tidak maksimal sampai ke tangan pelanggan, ditanggapi dengan mencari akar masalah serta melakukan solusi.

Layanan air yang tidak maksimal akhir-akhir ini kepada pelanggan, diketahui karena tekanan menurun. Penyebabnya banyak terjadi kebocoran pipa. Penyebab kebocoran bermacam-macam. Ada yang terjadi karena longsor atau pergeseran tanah di sekitar pipa, ada karena aktifitas masyarakat maupun karena pipa sendiri yang mengalami kebocoran karena faktor alamiah.

“Perumda di bawah kepemimpinan direksi saat ini melakukan perluasan wilayah kerja serta, pengawasan yang ditingkatlan sehingga semua meningkatkan kualiatas kerja. Hasilnya menunjukkan perbaikan, wilayah yang selama ini banyak mengeluh menjadi berkurang,” kata Rosliana.

“Bagi keluarga yang normal menggunakan air 10 meter kubik masih terlalu minim. Normalnya 30 meter kubik. Jadi target penerapan abodemen ini adalah pelanggan yang tidak mengggunakan air PDAM Tirta Uli, tapi tetap terpasang meteran. Misalnya mereka menggunakan air sumur bor, atau rumah yang ditinggal kosong,” katanya (esa/fabe)