News

Kasus Penyertaan Modal Pemko ke PD PAUS: Herowhin Sinaga Jadi Tersangka Korupsi

FaseBerita.ID – Mantan Direktur Perusahaan Daerah Pembangunan dan Aneka Usaha (PD-PAUS) Kota Pematangsiantar Herowhin Sinaga telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi oleh Kejaksaan Negeri Pematangsiantar.

Penetapaan tersangka disampaikan Kasipidsus Kejaksaan Negeri Siantar D Hutabarat kepada wartawan di sela-sela acara Hari Adhyaksa, Senin (22/7/2019).

Menurut D Hutabarat, dalam kasus yang menyeret Herowhin Sinaga itu berkaitan dengan dana penyertaan modal dari kas Pemko Pematangsiantar kepada PD PAUS pada tahun 2014.

Dalam penyertaan modal tersebut, Herowhin diduga telah melakukan tindak pidana korupsi sehingga menyebabkan kerugian negara berkisar Rp500 juta.

Baca juga: Herowhin Sinaga Diperiksa Jaksa

“Minggu depan akan kita lakukan pemanggilan dan masih tetap kita lakukan konfirmasi ke pihak BPKP. Awal Juli lalu dia sudah kita tetapkan sebagai tersangka,” ujarnya.

Saat ini jajaran Direksi PD PAUS telah berganti akhir 2018 lalu. Dan sejak PD PAUS dibentuk pada tahun 2014, PD PAUS menerima penyertaan modal dari Pemko Siantar setiap tahunnya.

Dari data yang diperoleh, pada tahun 2014 PD PAUS menerima penyertaan modal sebesar Rp4 miliar, tahun 2015 sebesar Rp5 miliar, tahun 2016 sebesar Rp2 miliar dan pada tahun 2017 sebesar Rp3,5 miliar.

Sehingga total yang diterima PD PAUS dari Pemko Pematangsiantar sebesar Rp14,5 miliar.

Sementara itu, dalam catatan pembukuan keuangan PD PAUS per 31 Desember 2018, sejak tahun 2014 mengalami kerugian mencapai Rp36 miliar.

Sehingga PD PAUS sejak dibentuk sama sekali tidak pernah untung atau memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) ke Pemko Siantar.

Tugas Luar, Kadis Kominfo Tidak Ditahan

Sementara itu, saat dipertanyakan terkait kelanjutan penanganan kasus tindak pidana korupsi yang menyeret Kadis dan Sekretaris Kominfo Siantar, Kasipidsus menjeleskan bahwa pihaknya belum bisa melakukan penahanan lantaran Kadis Kominfo Posma Sitorus masih dinas di luar kota.

Kadis Kominfo Kota Pematangsiantar, Posma Sitorus dan Sekretaris Kominfo Acai Tagor Sijabat.

Kasi Pidsus menjelaskan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan dan soal dilakukan penahanan akan diputuskan setelah pemeriksaan.

“Mereka katanya mau mencari kuasa hukum. Kita tunggu sajalah,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, kedua pejabat di Kominfo Siantar ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melakukan tindak pidana korupsi yang menyebabkan kerugian negera sekitar Rp400 juta atas kegiatan pembuatan Smart City. (mag04/pra/des)